Longsor Sukabumi, 18 Orang Meninggal Dunia, 15 Masih Dalam Pencarian

Seorang warga tengah dituntun warga lainnya menangis histeris saat mengetahui anggota keluarganya menjadi korban meninggal dunia tertimbun tanah longsor, di Kampung Garehong, Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

“Dari 100 warga terdampak, 64 orang selamat, tiga luka berat, 18 meninggal dunia, dan 15 hilang atau masih dicari oleh tim SAR gabungan”

BaskomNews.com – Sampai hari ke-4 pascabencana, Kamis (3/1/2019), pukul 19.00 WIB, sebanyak 18 orang diketahui meninggal dunia sebagai korban bencana tanah longsor yang menerjang Kampung Cimapag/Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Saat ini jumlah warga Cimapag yang dinyatakan hilang atau masih dicari oleh tim search and rescue (SAR) gabungan sebanyak 15 orang. Selain itu, tanah longsor yang terjadi pada Senin 31 Desember 2018 sekitar pukul 17.00 WIB itu, juga mengakibatkan tiga orang luka berat dan 64 warga mengungsi.

“Dari 100 warga terdampak, 64 orang selamat, tiga luka berat, 18 meninggal dunia, dan 15 hilang atau masih dicari oleh tim SAR gabungan. Selain itu longsor juga menyebabkan puluha rumah warga tertimbun material longsor,” kata Humas Kantor Search and Rescue (SAR) Bandung Joshua Banjarnahor.

Tim SAR gabungan, ujar Joshua, akan melanjutkan pencarian besok, Jumat (4/1/2019). Jumlah kekuatan SAR gabungan terlibat, sif 1 dan 2 sebanyak 364 orang yang terdiri atas 30 anggota Basarnas, TNI 131 orang, Brimob Polda Jabar 40, potensi lain 163.

“Pencarian menggunakan alat manual dan alat berat, berupa tiga unit excavator, kendaraan Basarnas dua unit Rescue Truck Personel, 1 unit Rescue Car Compartement, 2 unit Rescue Car D Max, satu sepeda motor trail. Dilengkapi pula peralatan pompa Alkon 3 unit, cangkul dan sekop,” ujar Joshua.

Disinggung soal kabar bahwa terjadi longsor susulan sempat terjadi di Kampung Cimapag/Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (2/1/2019) malam, Joshua membenarkan peristiwa itu.

Longsor susulan, kata Joshua terjadi antara pukul 22.00-22.30 WIB. “Terjadi longsor susulan, tepatnya pergeseran tanah yang cukup signifikan. Longsor susulan itu tak menimbulkan korban baik luka maupun jiwa, hanya perubahan kontur tanah,” tutur Joshua.

Operasi hari keempat pada Kamis (3/1/2019), tutur Joshua, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi lima korban. Setelah dilakukan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Jabar, identitas kelima korban antara lain, Mulyani (60) ditemukan sekitar pukul 14.18 WIB. Kemudian, Madtuha (50) pukul 17.20 WIB, Andra Maulana (8) pukul 17.44 WIB, Sukmiah (45) 17.52 WIB, dan Aqsha (45) 18.12 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnuandiko mengatakan, polisi masih terus membantu pencarian terhadap korban longsor di Sukabumi. Polda Jabar menerjunkan dua ekor polisi satwa (Polsatwa) atau K9 dan sembilan pawang.

“Keberadaan anjing pelacak di lokasi bencana untuk membantu mencari korban tertimbun longsor. Kedua anjing pelacak itu memang dilatih khusus untuk mencari jenazah,” kata Truno. (Sin/red)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here