Kebijakan Cellica Kembali Dikecam, Kali Soal Surat Edaran Pembayaran Listrik Pascabayar

Ketua GMBI Distrik Karawang, M. Sayegi Dewa dan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana (foto edit BaskomNews.com).

“Sebagai pimpinan, seharusnya Bupati Cellica memahami dan lebih peka mengenai bagaimana kondisi ekonomi masyarakat Karawang yang sebagian besar masih pra sejahtera,”

BaskomNews.com – Kebijakan yang dikeluarkan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana kembali dikecam. Kali ini bukan persoalan Surat Edaran ke setiap Camat mengenai ‘larangan masyarakat meminjam uang ke Bank Emok tanpa adanya solusi jelas pinjaman modal usaha dari Pemkab’, melainkan soal Surat Edaran Bupati mengenai himbauan pembayaran rekening listrik pascabayar yang harus tepat waktu.

Surat Edaran yang dikeluarkan Bupati Cellica ini mencuat ke publik, ketika salah seorang aktivis Karawang, Iwan Sugriwa memposting persoalan keluhan masyarakat yang ditemukannya di lapangan oleh dirinya. Yaitu mengenai penyegelan atau bahkan pencabutan meteran listik milik warga ketika telat membayar tagihan listrik.

Melalui akun media sosial Facebook, Iwan Sugriwa memposting dan menjelaskan, ketika ia bertanya kepada petugas PLN yang akan menyegel meteran listrik warga, petugas PLN bersangkutan beralasan melakukan hal tersebut (penyegelan meteran listrik) atas dasar ‘Surat Edaran dari Bupati Karawang”.

Sontak saja postingan Iwan Sugriwa di facebook tersebut mendapat tanggapan yang beragam dari para netizen. Khususnya mengenai tanggapan negatif dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Cellica tersebut.

Inilah Surat Edaran Bupati Cellica yang dikecam LSM GMBI Distrik Karawang.

Atas persoalan ini, LSM GMBI Distrik Karawang juga ikut menanggapinya. Menurut GMBI, Surat Edaran Bupati Karawang No. 973/7969/Bapenda tentang : himbauan pembayaran rekening listrik tepat waktu dinilainya sangat tendensius, tidak menimbang kondisional kemampuan pendapatan masyarakat di tengah pusaran kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terjun bebas.

“Sebagai pimpinan, seharusnya Bupati Cellica memahami dan lebih peka mengenai bagaimana kondisi ekonomi masyarakat Karawang yang sebagian besar masih pra sejahtera, apalagi di zaman serba susah seperti ini. Bagi masyarakat sudah bisa bertahan untuk hidup juga sudah beruntung,” tutur Ketua GMBI Disrtrik Karawang, M. Sayegi Dewa, Rabu (2/1/2018).

Dengan kondisi masyarakat Karawang yang sedang menghadapi kekalutan ekonomi, sambung Dewa, seharusnya bupati sedikit lebih bijak dan solutif dalam membuat suatu kebijakan, bukan malah memperkeruh kondisi di atas ketidakberdayaan mayarakat yang sudah terlalu berat menanggung beban dan resiko hidup.

Dengan dalih untuk menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan berarti pemerintah harus tega mengorbankan rakyatnya dalam kondisi yang tidak siap dengan cara intervensi secara langsung melalui Surat Edaran tersebut. Karena isi surat edarannya memuat ancaman kepada konsumen PLN yang menunggak bayar.

“Padahal tidak semua konsumen PLN di Karawang itu masyarakat sejahtera. Di tengah kondisi ekonomi dan beban kehidupan yang terus menutut, saya kira tidak perlu bupati untuk melakukan hal itu (mengeluarkan Surat Edaran). Karena masih banyak sumber pendapatan lain yang bisa dijadikan prioritas untuk menggali PAD,” timpal Dewa.

Ditambahkan Dewa, kebijakan yang sudah dikeluarkan bupati yang sudah kadung dikeluarkan ini dinilainya semakin memperjelas bahwa Pemkab Karawang tidak punya gagasan yang humanis dan inovatif tentang pembangunan. Banyaknya bangunan yang berdiri megah serta infrastruktur yang dibuat pemkab tidak berbanding lurus dengan tingkat pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.

Padahal beberapa peristiwa terjadi belakangan ini di masyarakat tentang seseorang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, karena alasan beban hidup yang kompleks. “Fenomena kompleksitas Bank Emok yang tidak bisa dijawab solusinya oleh pemerintah juga menandakan bahwa tragedi tersebut merupakan bentuk protes  rakyat terhadap pemerintah yang telah gagal dalam memberi jaminan masa depan yang cerah bagi rakyatnya,” kata Dewa.

Atas persoalan ini, masih dikatakan Dewa, LSM GMBI sebagai penerima mandat rakyat yang tertindas menyerukan protes dan perlawanan total terhadap bentuk penindasan dan kedzoliman yang dilakukan oleh Pemkab Karawang di bawah kepimpinan Cellica-Jimmy ini, khususnya mengenai persoalan Surat Edaran yang dikeluarkan Bupati Cellica mengenai Pembayaran Listrik Pascabayar.(red)

SHARE