Longsor Sukabumi ; 8 Orang Meninggal, Ini Nama-namanya!

Proses evakuasi korban longsor di Sukabumi.

“Tim DVI Biddokes Polda Jabar mengirimkan lima personel yang akan melaksanakan identifikasi korban dan pengaduan orang hilang,”

BaskomNews.com – Hingga Selasa (1/1/2019) siang, Kantor SAR Bandung mencatat delapan orang meninggal dunia akibat longsor di Kampung Adat Cimapag/Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang terjadi kemarin.

Berikut identitas korban.

Penemuan tanggal 31/12/2018:

  1. Hendra (L) pukul 21.15
  2. Sasa (P) pukul 21.15

Penemuan tanggal 1/1/2019:

  1. Ukri (L) pukul 07.45
  2. Riska (P) pukul 08.40
  3. Rita (P) pukul 10.54
  4. Yanti (P) pukul 10.58
  5. Ahual (L) pukul 11.15

Pada hari ini, Elan (3 bulan) meninggal dunia. Sebelumnya, bayi ini ditemukan pada 31/12/2018 dalam keadaan kritis.

Sementara itu, Polda Jabar mengirimkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu penanganan korban bencana longsor di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Tim akan melakukan identifikasi dan membantu pencarian para korban.

“Tim DVI Biddokes Polda Jabar mengirimkan lima personel yang akan melaksanakan identifikasi korban dan pengaduan orang hilang,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (1/1/2018).

Menurutnya tim akan bergabung dengan tim penanggulangan bencana lainnya untuk melakukan berbagai langkah penanganan. Tim itu juga dilengkapi dengan berbagai peralatan penunjang untuk tugas di lapangan.

“Tim DVI Biddokes Polda Jabar yang diturunkan dilengkapi dengan kendaraan ranger DVI, pakaian rompi Dokpol beserta kelengkapan perorangan, kekuatan kit DVI 2 buah, 43 kantong jenazah dan peralatan DVI pendukung lainnya,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, BPBD Jabar juga telah mengirimkan tim ke lokasi bencana. Selain bantuan logistik berupa air mineral, mie instan, kantong mayat dan bantuan lainnya telah disalurkan.

“Kita kirim tim dan bantuan logistik,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jabar Eko Damayanto.

Pihaknya mengungkapkan telah mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan warga. Saat ini petugas masih melakukan proses evakuasi dan pencarian korban.  “Tim satu ada sembilan orang, rencana tim dua ada tujuh orang untuk dapur umum dan posko,” ujarnya. (Dtk/Sin)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here