Dugaan Mark up Lahan SMK Batujaya, Ketua Komisi I : Ahli Warisnya Keberatan Tidak?

oleh -
Lahan pembangunan USB SMK Negeri Batujaya yang pembeliannya diduga ada mark up.

“Terus masalahnya apa, terus ahli warisnya keberatan tidak?. Ini kan masalahnya jual beli, namanya jual beli engga bedanya batu ali, kalau ya seneng ya seneng, kalau engga ya engga,”

BaskomNews.com – Komisi I DPRD Karawang angkat bicara soal mencuatnya dugaan mark up pembelian lahan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri Batujaya, Karawang, pasca kuasa ahli waris, Sukat mengaku hanya menerima uang pembayaran sekitar Rp 800 juta. Padahal, jumlah uang pembayaran lahan tersebut yang masuk rekeningnya sebanyak Rp 1,4 miliar.

Menurut Anggota Komisi I DPRD Karawang, Timan Sukirman, jika betul pada saat pencairan uang pembelian lahan USB tersebut sebanyak Rp 1,4 miliar tanpa atau memang melalui calo terlebih dahulu dengan nominal kelebihan sampai Rp 600 juta, itu terlalu besar dan ada mark up.

“Kalau memang betul dianggarannya 1,4 (miliar/red) dan sampai kepada pemilik hanya 800 (juta/red) itu kan terlalu besar dan ada mark up lah. Ia kalau kemungkinan bedanya 50 juta kan mungkin ada calo-calo dibawah kan gitu biasanya kalau urusan tanah. Kalau memang sampai bedanya 600 juta ia itu kan ada mark up,” katanya kepada BaskomNews.com saat dihubungi lewat telepon, Selasa (18/12/2018).

Berita sebelumnya: Dugaan Penyimpangan Pembelian Lahan SMK Negeri Batujaya, PPTK : Sok, mark up nya dimana?

Kebetulan, saat diwawancara BaskomNews.com Timan sedang bersama Ketua Komisi I DPRD Karawang, yakni Teddy Luthfiana, ponselnya langsung diberikan ke Teddy untuk melanjutkan wawancara.

Saat BaskomNews.com meminta tanggapannya perihal kisruh harga pembelian lahan USB SMK Negeri Batujaya, Teddy sendiri malah menanyakan balik. “Terus masalahnya apa, terus ahli warisnya keberatan tidak?. Ini kan masalahnya jual beli, namanya jual beli engga bedanya batu ali, kalau ya seneng ya seneng, kalau engga ya engga,” ujarnya.

Tak hanya sampai disitu, Teddy malah mengarahkan agar permasalahan tersebut diluruskan, ditelusuri dan lebih dalam dikaji. “Nanti komunikasi dengan Pak Timan ya. Kalau memang ada ketidaksepakatan, ketidaksenangan, bersurat saja ke Komisi I nanti ya, kita tunggu ya,” timpalnya.

Kendati demikian, Teddy juga beranggapan jika kisruh lahan USB SMK Negeri Batujaya tersebut mencuat dan tidak mencuatnya tergantung dalang. Entah apa maksud dari bahasa dalang yang dilontarkan Teddy kepada tim BaskomNews.com saat mewawancarainya itu.

“Maksudnya mau bagaimana?. Gini, bicara dengan saya rame dan tidak rame bisa dibikin ya. Rame dan tidak rame bisa dibikin, kalau rame dan tidak itu tergantung pemain, tergantung dalang. Bagaimana maunya media Baskom?. Kalau ada dugaan sok bersurat saja, ia keberatannya apa gitu ya mas ya, baik saya tunggu ya,” tandas Teddy. (red)