Dugaan Penyimpangan Pembelian Lahan SMK Negeri Batujaya, PPTK : Sok, mark up nya dimana?

oleh -
Kondisi pembangunan USB SMK Negeri Batujaya - Karawang

“Sok, mark up nya dimana, setelah bayar selesai tidak ada yang ketemu dengan saya. Saya tidak hafal harga permeternya, data KJPP nya ada dirumah tidak dibawa,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya.

BaskomNews.com – Dugaan manipulasi harga pembelian lahan untuk Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri Batujaya, Karawang, dibantah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, Eko Purwowidodo.

Menurutnya, pengadaan lahan kurang lebih seluas 9.000 meter untuk pembangunan USB tahun 2016 dengan nilai harga Rp 1,4 miliar tersebut sudah sesuai prosedur Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP).

“Saya mewakil Pemerintah sudah membayarkan melalui rekening atas nama Sukat Bin Bekur (Ahli waris), dan tidak ada namanya mark up anggaran,” katanya kepada BaskomNews.com, Senin (17/12/2018)

Eko menyayangkan adanya kisruh dugaan mark up pengadaan lahan USB SMK Batujaya, “Kenapa harus diramaikan sekarang, kenapa tidak dari awal. Pembelian lahan tersebut sudah dua tahun yang lalu,”.

“Sok, mark up nya dimana, setelah bayar selesai tidak ada yang ketemu dengan saya. Saya tidak hafal harga permeternya, data KJPP nya ada dirumah tidak dibawa,” ujar Eko saat ditemui diruang kerjanya.

Masih dikatakan Eko, kalau dugaan adanya mark up, lebih baik tanyakan saja kepada ahli waris, karena pihaknya mengklaim sudah sesuai prosedur.

“Hasil KJPP yang saya pake, KJPP menjadi patokan, tidak melebihi harga KJPP. Tanya saja sukat, kan rekeningnya atas nama dia tidak mungkin saya nahan, sedikitpun tidak ada, apalagi titip harga,” jelasnya.

Sebelumnya, kuasa para ahli waris lahan yang dibangun USB itu, Sukat mengatakan, pihaknya hanya mengambil uang pembayaran sekitar Rp 800 juta. Sementara, jumlah uang pembayaran lahan yang masuk rekeningnya berjumlah Rp 1,4 miliar.

“Waktu itu, saat menerima transfer yang masuk ke rekening berjumlah satu miliar lebih, tapi kami saat itu hanya mengambil 800 juta saja,” tutur Sukat.

Sementara itu, pembangunan USB SMK Negeri Batujaya hingga kini masih dalam pengerjaan, padahal pembebasan lahan tersebut sejak tahun 2016 lalu. (red)