Serapan Anggaran 63,9%, PPM : Kinerja Pemkab Karawang Lemah

oleh -
Dok/net.

“Kita pesimis Pemkab akan dapat menyelesaikan sesuai target walaupun masih ada waktu sebulan kedepan,”

BaskomNews.com– Serapan anggaran Kabupaten Karawang yang baru mencapai 63,9% hingga bulan November 2018, menunjukan lemahnya kinerja Pemkab. Mulai dari dalih administrasi hingga teknis pengerjaan, menjadi alasan lemahnya serapan anggaran.

Kendati masih ada waktu sampai akhir Desember untuk menyelesaikan target pekerjaan serapan anggaran, nampaknya menjadi pekerjaan rumah Pemkab yang cukup berat.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Karawang, Rahmat Hidayat Jati menyayangkan kondisi lemahnya kinerja Pemkab. Seharusnya pada triwulan terakhir, capaian serapan anggaran sudah diatas 75%. Melihat kondisi saat ini, sangat jauh jika dikategorikan ideal.

“Jika idealnya per triwulan harus terserap 25% harusnya sekarang sudah ada di atas 75%.  Jika melihat serapan anggaran saat ini yang baru mencapai 60% lebih, kita pesimis Pemkab akan dapat menyelesaikan sesuai target walaupun masih ada waktu sebulan kedepan,” ujarnya kepada BaskomNews.com, Selasa (4/12/18).

Baca juga: Serapan Anggaran PUPR Paling Lamban, Akhir November Baru 50%

Ditegaskan Rahmat Toleng sapaan akrabnya, Pemkab jangan main-main dalam merealisasikan anggaran. Karena melihat kondisi saat ini Pemkab melalui pimpinan tertingginya yaitu Bupati, harus mampu menggenjot pekerjaan disisa waktu yang ada.

“Diharapkan bupati Cellica mampu bertindak mendorong anak buahnya agar kinerja meningkat sehingga realisasi anggaran dapat terserap sesuai harapan,” katanya.

Terkait DPUPR yang menyerap anggaran terkecil, lanjutnya, harus diantisipasi jauh-jauh hari. Seperti ada terobosan-terobosan yang mampu mendorong agar realisasi pekerjaan bisa cepat beres, sehingga dapat menyerap anggaran dengan cepat.

“Harus ada cara-cara yang bisa mendesak para kontraktor bisa cepat menyelesaikan pekerjaannya, tanpa melanggar prosedur dan aturan. Kemudian harus ada progres pekerjaan pertriwulan, jangan sampai ketika sudah mendekati akhir tahun pekerjaan disertakan, itu cara kerja yang kurang baik karena akan berdampak pada kualitas dari pekerjaan itu sendiri,” tandasnya. (IQ)