Lagi, Viral Sekolah Roboh di Karawang, Ketua DPRD Salahkan Pemkab, Kadisdik…?

Siswa SDN Kutanagara II terlihat hanya bisa melamun dan bermain-main melihat bangunan sekolahnya rusak, Kamis (2/11/2018).

“Saya merasa prihatin dengan sikap Pemkab Karawang. Jangan berargumentasi bahwa tanah itu milik Perhutani atau Kehuatanan. Sedangkan SD ini sudah jelas di papan plangnya membawa nama Disdikpora Karawang Kecamatan Ciampel,”

BaskomNews.com – Lagi, salah satu bangunan Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Karawang kembali roboh. Melalui upload-an salah satu netizen di media sosial facebook, bangunan sekolah roboh kali ini adalah “kelas jauh” SDN Kutanagara II, di Dusun Cidampa II, Desa Kutanagara, Kecamatan Ciampel-Karawang.

Bangunan SD tersebut dikabarkan roboh pada Kamis dini hari (1/11/2018). Berdasarkan unggahan foto-foto kondisi terkini dari netizen, para siswa terlihat hanya bisa melamun dan bermain menyaksikan sekolahnya roboh. Beberapa warga sekitar juga terlihat mendiringan tenda darurat supaya para siswa tetap bisa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Konidi ambruknya bangunan kelas jauh SDN Kutanagara II.

Sementara itu, Ketua DPRD Karawang, H. Toto Suripto mengirim voice pesan Whatsapps (WA) kepada BaskomNews.com untuk menyikapi robohnya bangunan kelas jauh SDN Kutanagara II tersebut.

Melalui pesannya tersebut, Toto mengaku prihatin kepada Pemkab Karawang yang sampai saat ini belum membangun gedung SDN Kutanagara II dengan alasan sekolah tersebut berdiri di atas tanah Perhutani.

Para siswa kelas jauh SDN Kutanagara II tidak bisa belajar karena sekolahnya roboh pada kamis dini hari.

“Saya merasa prihatin dengan sikap Pemkab Karawang. Jangan berargumentasi bahwa tanah itu milik Perhutani atau Kehuatanan. Sedangkan SD ini sudah jelas di papan plangnya membawa nama Disdikpora Karawang Kecamatan Ciampel,” sindir Toto Suripto, Jumat (2/11/2018).

Seharusnya ditegaskan Toto, dimanapun bangunan sekolah berada, selama masih masuk wilayah NKRI, maka sudah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah setempat untuk memperhatikannya. “Banyak kok sekolah-sekolah yang berdiri di atas Perhutani di daerah lain. Ini sudah sekian tahun teriak-teriak, sampai ambruk tidak ada kepeduliannya. Ini yang saya sesalkan sebagai Ketua Anggaran DPRD Karawang, ini yang sangat kami sesalkan,” kata Toto.

Atas robohnya bangunan sekolah ini, Toto berjanji sebagai Ketua Badan Anggaran DPRD Karawang akan memperjuangkan sekolah tersebut untuk dibangun dengan anggaran apapun.

“Kami banggar akan menyoroti dan memperjuangkan sekolah ini harus dibangun apapaun resikonya. Ini dunia pendidikan Indonesia yang harus dibangun. Di Dusun Cibenda Desa Parungmulya saja ada sekolahan yang dibangun oleh PT. Chemko dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Bangku sekolahnya pun luar biasa, bangkunya sekelas sekolah di Jepang,” timpal Toto.

Beberapa warga mencoba mendirikan tenda darurat agar para siswa SDN Kutanagara II tetap bisa melakukan aktivitas belajar.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Karawang, Dadan Sugardan mengamini jika dirinya sudah mendapatkan laporan ambruknya bangunan kelas jauh SDN Kutanagara II tersebut. Menurut Dadan, bangunan sekolah tersebut berdiri di atas tanah Perhutani yang selama ini menjadi kendala untuk dibangun dengan APBD Karawang.

Namun demikian, Dadan mengklaim jika di 2019 bangunan sekolah tersebut akan tetap dibangun dengan dana CSR perusahaan. (Mang Adk)

SHARE