APK Mau Ditertibkan, Ketua DPRD Karawang Malah “Menggurui” Bawaslu

Ketua DPRD Karawang, H. Toto Suripto.

“Sebelum APK nempel, banyak juga yang nempel di pohon iklan-iklan mobil, motor, alat elektronik dan lainnya kenapa gak pernah diekspose juga. Dan anehnya, APK setiap caleg juga pada nempel di pohon sebelum saya, tapi kok tidak ada berita. Begitu saya pasang APK, rame diekspose,”

BaskomNews.com – Ketua DPRD Karawang, Toto Suripto, meminta Bawaslu memahami proses demokrasi, terkait penertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) K3 (Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan).

“Saya berharap Bawaslu agar memahami proses demokrasi. Pada saat ini kami para caleg sebenarnya  pun tidak ingin memasang APK, kalau dari pihak penyelenggaranya melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak sekarang agar masyarakat paham betul tentang adanya pesta demokrasi. Bawaslu jangan hanya bias mencopot, tapi panwas juga punya kewajiban turut serta mensosialisasikan adanya pemilu sebagai pengawas pemilu baik dan tidaknya pemilu tergantung panwas,” katanya kepada BaskomNews.com, Rabu (31/10/2018).

Baca juga: Caleg Pasang APK di Pohon Bakal Rugi, Ini Sebabnya

Ditegaskan Toto, Perda K3 itu jangan hanya digunakan ketika untuk menertibkan APK saja, melainkan digunakan untuk hal yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, masih banyak plang dan reklame usaha masyarakat yang juga perlu untuk ditertibkan.

“Perda K3 itu benar ada, tapi coba saya pikir masih banyak yang bermanfaat untuk PAD Perda K3 digunakan, contoh, banyak reklame para usaha yang terbentang di pinggir jalan, contoh lagi plang bengkel, plang photocopy, plang lain-lain lagi. Kalau APK, bagian dari penyampain adanya proses demokrasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2019,” tegasnya.

Baca ini: DLHK Karawang Sesalkan APK Toto Rusak Pohon

Toto mengungkapkan, tidak keberatan jika APK miliknya yang menempel di pohon itu ditertibkan. Dirinya malah menyesalkan kenapa saat ini hanya APK yang diributkan, padahal banyak iklan-iklan yang menempel di pohon dan calon legislatif (Caleg) yang sudah memasang APK terlebih dahulu tetapi tidak pernah ada pemberitaannya.

“Bukan keberatan, tapi saya berharap Perda K3 digunakan untuk yang menguntukan PAD, kenapa hanya APK yang diributkan?. Sebelum APK nempel, banyak juga yang nempel di pohon iklan-iklan mobil, motor, alat elektronik dan lainnya kenapa gak pernah diekspose juga. Dan anehnya, APK setiap caleg juga pada nempel di pohon sebelum saya, tapi kok tidak ada berita. Begitu saya pasang APK, rame diekspose,” tandasnya. (zay)

SHARE