Lagu Wangsit Siliwangi Jadi Pembuka Kehadiran Nace Permana di Hajat Bumi Mekarjati

“Kegiatan ini digelar setahun sekali. Dan ini akan menjadi kegiatan turun temurun di Mekarjati sampai anak cucu kami, dan begitupun selanjutnya,”

BaskomNews.com – Syari lagu “Wangsit Siliwangi” jadi pembuka kehadiran Caleg DPR RI dari Partai Gerindra nomor urut 8, Nace Permana SE, M.Ikom, di kegiatan Hajat Bumi, di Dusun Secang Jarakosta RT 04/08, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kamis (4/10/2018).

Kehadiran Nace Permana di lokasi kegiatan hajat bumi ini disambut meriah puluhan tokoh masyarakat Mekarjati. Selain “nyawer” di hiburan kesenian topeng Sinar Jaya Group Limin Buntung, Nace Permana juga terlihat mengikuti kegiatan Babarit atau makan bersama. Sebuah tradisi “ngariung” masyarakat Sunda yang dilakukan dengan cara membawa makanan (nasi tumpeng) masing-masing dari rumah untuk berkumpul di salah satu tempat terbuka.

Masyarakat berkumpul di salah satu jalan gang untuk melakukan “papahare” atau makan bersama.

Ketua Panitia Hajat Bumi Mekarjati, Endang mengatakan, kegiatan hajat bumi ini sudah lama dilakukan masyarakat Mekarjati sejak zaman nenek moyang. Kegiatan ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat sekitar, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat yang biasanya dilakukan pasca panen padi.

Selain bentuk rasa syukur terhadap Sang Pencipta, sambung Endang, kegiatan hajat bumi ini juga bertujuan untuk menjaga kekompakan, gotong royong, serta bentuk rasa guyub masyarakat.

“Kegiatan ini digelar setahun sekali. Dan ini akan menjadi kegiatan turun temurun di Mekarjati sampai anak cucu kami, dan begitupun selanjutnya. Karena dengan kegiatan ini, masyarakat bisa semakin guyub dan kompak,” tutur Endang, kepada BaskomNews.com.

Di tempat yang sama, Nace Permana menyampaikan, hajat bumi sendiri merupakan tradisi masyarakat sunda yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang.

Menurut Nace, kegiatan ini biasanya dilakukan dalam rangka syukuran pasca panen ataupun “nyambut cai”, kegiatan masyarakat saat akan memulai musim tanam padi.

Kegembiraan masyarakat saat menggelar babarit.

“Saya diundang ke sini oleh tokoh masyarakat. Kegiatan atau tradisi masyarakat seperti ini sangat positif. Dan dari dulu saya memang senang dengan kegiatan-kegiatan tradisi masyarakat Sunda seperti ini. Karena bisa menumbuhkan semangat gotong royong dan kekompakan, serta mempererat silaturahmi masyarakat,” tutur Nace.

Berdasarkan pantauan BaskomNews.com di lokasi, selain menyuguhkan hiburan kesenian topeng, kegiatan hajat bumi masyarakat Mekarjati kali ini juga diisi dengan kegiatan lainnya. Yaitu seperti sedekahan di pemakaman, serta babarit di salah satu gang jalan Dusun Secang Jarakosta.

Yaitu dimana masyarakat membawa nasi tumpengnya masing-masing dari rumah, untuk kemudian dimakan bersama, atau dalam istilah Urang Sunda disebut “papahare”. (Red)

SHARE