Kena “PHP” Cellica, Bacaleg Provinsi Demokrat Ini Buka-buka’an ke Publik

Rahmat Wiguna saat menunjukan surat pengunduran dirinya dari kontestasi pencalegan maupun dari keanggotaan Partai Demokrat.

“Saat pengumuman daftar calon tetap oleh KPU, ternyata saya tidak termasuk dalam daftar calon tetap. Dengan hati penuh penasaran dan tidak percaya apa yang terjadi sebetulnya dengan partai ini”

BaskomNews.com –  Bacaleg Provinsi Dapil 10 (Karawang-Purwakarta) dari Demokrat, Rahmat Wiguna ini mengaku kecewa saat dirinya merasa kena PHP (Pemberi Harapan Palsu) oleh Ketua DPC Demokrat Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana yang menjanjikan kepadanya bakal masuk ke Daftar Calon Tetap (DCT).

Atas kejadian ini, Rahmat Wiguna mengaku sudah memutuskan diri untuk mundur dari kontestasi pencalegan sekaligus mundur dari keanggotaan Partai Demokrat.

Menurut Wiguna, Cellica menjanjikan dirinya masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg DPRD Provinsi Dapil 10 untuk menggantikan posisi caleg lainnya, atas nama Agus Aries Riatna nomor urut 7 yang belakangan mengundurkan diri dari Data Calon Sementara (DCS).

“Setelah menerima surat pengunduran diri dari saudara Agus Aries Riatna dan menerima konfirmasi perubahan dalam data calon sementara dari partai, saya semakin yakin untuk mempersiapkan diri dalam pencalonan diri saya,” tutur Rahmat Wiguna, saat buka-buka’an melakukan konferensi pers kepada awak media, di Hotel Pangestu Klari, Rabu (26/9/2018).

Namun dalam perjalanannya, dikatakan Wiguna, ternyata terjadi perubahan sikap dari pihak Ketua DPC Partai Demokrat Karawang (Cellica, red) yang terkesan tidak serius dan tidak menepati janjinya. Terbukti, nama Rahmat Wiguna tidak terdaftar dalam DCT, melainkan nama Agus Aries Riatna. Padahal sebelumnya Agus Aries Riatna telah mengundurkan diri dengan diperkuat oleh surat pengunduran dirinnya.

“Saat pengumuman daftar calon tetap oleh KPU, ternyata saya tidak termasuk dalam daftar calon tetap. Dengan hati penuh penasaran dan tidak percaya apa yang terjadi sebetulnya dengan partai ini. Sejauh mana professional dan semangat pengurusan partai demokrat dalam memperjuangkan kadernya untuk membesarkan dan memenangkan pertarungan pileg 2019,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, sambung Wiguna, harus dijadikan pelajaran dan instrofeksi bagi kader Partai Demokrat lainnya, jika ingin memajukan dan membesarkan partai. Dan menurutnya, sampai saat ini belum ada penjelasan dan klarifikasi resmi dari Partai Demokrat terutama, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Barat terhadap apa yang sudah menimpa dirinya.

“Maksud dan tujuan konferensi pers sore ini, saya ingin memberikan informasi yang sebenar-benarnya atas simpang siurnya saya sekarang masih nyaleg atau tidak nyaleg, dan untuk menghindari penyalahgunaan, sehingga tidak merugikan saya ataupun partai, serta untuk menciptakan suasana hal yang tenang dan kondusif diantara relawan Rahmat Wiguna,” katanya.

Masih dikatakan Wiguna, dirinya sangat mengapresiasi, menghargai, menghormati dan beterimakasih yang setinggi-tingginya kepada keluarga, saudara, teman, rekan-rekan, relawan dan beberapa organisasi serta para tokoh yang sudah membantunya.

“Saya ucapkan terimakasih atas waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya yang sudah dikeluarkan. Saya mengucapkan terimakasih atas semuanya. Mungkin ini satu hal yang kurang baik bagi saya dan tidak baik bagi saya. Tapi saya dalam hal ini menerima walaupun penuh dengan kekecewaan,” tandasnya. (zay)

SHARE