“Tentara Adalah Anak Kandung Rakyat”

  • Bagikan
Komandan Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Mayor Inf Denny Juwon Pranata (tengah) dan Kang Jimmy (kanan).

“Oleh karena itu, kami sebagai anak kandung dari masyarakat akan terus berusaha untuk selalu kompak dalam menjaga Karawang”

BaskomNews.com – Tentara merupakan salah satu perangkat pengaman negara yang berasal dari rakyat. Sehingga bisa dikatakan bahwa tentara dan TNI dilahirkan dari rakyat, maka tidak berlebihan jika tentara adalah anak kandungnya rakyat.

Demikian disampaikan Komandan Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Mayor Inf Denny Juwon Pranata, saat kesempatan membawa sambutan di kegiatan HUT ke 69 Yonif Para Raider 305/Tengkorak dan Semarah HUT ke 385 Kabupaten Karawang, di Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (8/9/2018).

Disampaikan Mayor Inf Denny, TNI dilahirkan pada 7 September 1949 setelah perebutan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Dan secara kebetulan anak kandung (TNI) dan ibu kandung (Karawang) di bulan september ini sama-sama sedang berulang tahun.

“Jadi mari kita rayakan kebahagiaan ini secara bersama-sama sebagai perwujudan rasa syukur kita. Sebagai introspeksi akan hal-hal yang perlu diperbaiki serta hal-hal baru yang harus kita capai di kemudian hari,” tutur Mayor Inf Denny.

Kemeriahan HUT TNI di Karawang diwarnai perlombaan balap karung estafet antara TNI, Polisi, Ormas/LSM, wartawan, sampai pelajar sekolah.

“Oleh karena itu, kami sebagai anak kandung dari masyarakat akan terus berusaha untuk selalu kompak dalam menjaga Karawang. Kami bangga menjadi bagian dari masyarakat Karawang,” timpalnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) juga menyampaikan, karena berkat TNI dan Polri negara ini masih tetap ada. Kang Jimmy mengaku beberapa sudah menyampaikan dalam beberapa kesempatan mengenai kehebatan Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, Padjajaran dan Mataram. Tetapi ketika mereka bercerai berai semuanya menjadi hancur.

“Oleh karenanya kita berharap TNI dan Polri semakin kompak untuk menjaga kesatuan dan persatuan negeri ini,” harap Kang Jimmy.

Berkaitan dengan momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Kang Jimmy juga berpesan agar masyarakat menghindari ujaran kebencian dan berita hoax, khususnya do media sosial masing-masing.

“Hindari ujaran kebencian di media sosial masing-masing. Yang suka Prabowo silahkan pilih, yang suka Jokowi silahkan pilih, tapi hindari ujaran kebencian. Hombeh nu jadi presiden na batur ieuh. Da urang mah tetep weh nandur di lembur (biarkan yang jadi presidennya orang lain ini. Kita mah tetap jadi petani di kampung),” kata Kang Jimmy.

“Sekali lagi saya mebgucapkan Dirgahayu TNI yang ke 69 tahun. Selamat HUT Karawang yang ke 385 tahun. Tetap kompak selalu untuk menjaga kesatuan dan persatuan di negara ini,” pungkas Kang Jimmy. (red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *