Pernah Korupsi, Ajang Sopandi Terancam Gagal Nyaleg 2019

oleh -417 views
Ajang Sopandi

“Untuk Kabupaten Karawang ada dua bakal caleg yang menjadi terpidana korupsi. Yaitu Ajang Sopandi dari Gerindra dan Syarif Hidayat dari PAN,” tutur Ketua KPU Karawang, Riesza Affiat

BaskomNews.com – Diduga merupakan mantan terpidana kasus korupsi, pencalegan Ketua DPC Gerindra Karawang, Ajang Sopandi terancam gagal.

Hal ini menyikapi rilis Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tertanggal 28 Juli 2018, terkait hasil identifikasi potensi bakal calon terpidana korupsi Ajang Sopandi dan politisi PAN Karawang, Syarif Hidayat.

Namun untuk Syarif Hidayat sendiri dikabarkan sudah mengundurkan diri dari pencalegan PAN.

“Untuk Kabupaten Karawang ada dua bakal caleg yang menjadi terpidana korupsi. Yaitu Ajang Sopandi dari Gerindra dan Syarif Hidayat dari PAN,” tutur Ketua KPU Karawang, Riesza Affiat, Kamis (26/7/2018).

“Namun terdapat kesalahan dalam rilis Bawaslu bahwa Ajang Sopandi berasal dari Partai Hanura. Namun kesalahannya sudah kita laporkan ke Bawaslu sebagai bentuk koreksi,” timpal Riesza.

Ditambahkan Riesza, KPU Karawang sudah memberitahukan kepada Partai Gerindra terkait keluarnya surat pemberitahuan dari Bawaslu. Hanya saja berdasarkan pengakuan Ajang Sopandi, dirinya mengaku tidak terkait dengan kasus korupsi.

Ajang mengakui jika dirinya pernah mendekam dalam penjara selama 1,5 bulan. Namun membantah jika itu kasus korupsi.

“Secara lisan saya sudah memberitahukan surat dari dari Bawaslu kepada yang bersangkutan, namun menurutnya itu bukan kasus korupsi,” katanya.

Masih dikatakan Riesza, karena saat ini masih dalam tahapan perbaikan, KPU sendiri memberikan kesempatan kepada Ajang Sopandi untuk melengkapi administrasinya termasuk bukti-bukti administrasi, jika dirinya tidak pernah menjadi terpidana dalam kasus korupsi.

Namun, jika tidak bisa dibuktikan, pihak KPU akan mencoret nama Ajang Sopandi dari daftar bakal calon legislatif. “Tanggal 30 Juli ini batas waktu untuk perbaikan berkas pencalegan,” timpal Riesza.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun BaskomNews.com di lapangan, Ajang Sopandi sendiri diduga pernah terkena kasus korupsi sewaktu dirinya menjabat Kepala Desa Cibalongsari Kecamatan Klari sekitar tahun 2000-an.

Saat itu Ajang masuk bui karena kasus menjual tanah aset Desa Cibalongsari kepada pihak pengembang perumahan di desanya.

Saat itu, Ajang menjanjikan hasil penjualan tanah desa dengan lebar 1 meter x 270 meter tersebut ke masyarakat untuk dibangunkan gedung serba guna desa.

Namun ketika uang penjualan aset tanah desa sudah dibayarkan pengembang, gedung serba guna tak kunjung dibangunkam oleh Ajang Sopandi yang saat itu menjabat sebagai Kades Balongsari.

Buntut dari kekesalan warga dan tokoh masyarakat setempat, akhirnya Ajang Sopandi dilaporkan ke Polsek Klari. Dalam perjalanan kasus hukumnya, Ajang Sopandi sempat menjalani proses hukumnya di Kejaksaan Negeri Karawang. Hingga akhirnya Ajang Sopandi divonis 1,5 bulan penjara oleh penegak hukum. (Mang Adk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *