Luar Biasa! Disaat Sawah Mengering, Komunitas Karyawan Toyota Berdayakan Petani jadi Pengrajin Bambu

“Mereka mengeluh, sawahnya tak bisa ditani. Dari sana, saya mengajak warga disana untuk menjadi pengrajin alat rumah tangga dari bambu”

BaskomNews.com – Sumbangsih komunitas karyawan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang tergabung dalam Karyawan Toyota Peduli (KTP) kepada masyarakat Karawang, seakan tak ada matinya. Tak hanya berkutat di bidang sosial dan kemanusiaan, tapi juga melebar hingga pada bidang kesejahteraan dan peningkatan perekonomian.

Setelah memotong mata rantai tengkulak pada para petani jeruk dan kopi, KTP kini melebarkan upaya meningkatan perekonomian pada petani dan pengrajin bambu di Kampung Parumpung Desa Parungsari, Telukjambe Barat. Yang dilakukan, selain membeli hasil tanamnya, KTP juga memberdayakan petani dan warga di kampung tersebut untuk menjadi pengrajin bambu.

Ketua KTP, Asep Mulyana tengah memanen bambu

“Saat ini sudah memasuki musim kemarau. Sawah di daerah tersebut kini mulai banyak yang mengalami kekeringan. Mereka mengeluh, sawahnya tak bisa ditani. Dari sana, saya mengajak warga disana untuk menjadi pengrajin alat rumah tangga dari bambu,” ujar Ketua KTP, Asep Mulyana, kepada BaskomNews.com, Sabtu (7/7/2018).

Yang dilakukan KTP, jelas Asep, pertama, membantu peningkatan kualitas dan model yang kekinian untuk hasil kerajinan bambu. “Kita akan mendatangkan ahli kerajinan bambunya dari Bogor,” ucap Asep.

Setelah itu, upaya yang dilakukan adalah pemberdayaan dengan pemberian modal awal untuk para pengrajin. “Kemudian membantu pemasaran hasil kerajinan, melalui anggota KTP dan rekan karyawan,” lanjut Asep.

Selain itu, pihaknya juga mendorong masyarakat disana untuk membantu dalam pelestarian bambu, yakni dengan menanam jenis bambu yang langka untuk dibudidayakan di lahan ladang mereka. “Selanjutnya, edukasi pemanfaatan bambu untuk manfaat yang lebih luas,” utas Asep.

Kursi malas produk pengrajin binaan KTP

Kini, hasil kerajinan bambu masyarakat Kampung Parumpung, Parungsari, Telukjambe Barat, sudah ada yang bisa dipasarkan. Hasinya, juga tidak kalah dengan produk lain.

“Kita sudah mulai memasarkan hasil kerajinan bambu ini. Harganya, untuk kursi malas mulai dari Rp 160 ribu,” kata Asep. (SiD)

 

SHARE