Jalan Penghubung Kecamatan Rawamerta Karawang (sudah) Rusak Lagi, “Baru 2 Minggu Selesai Perbaikan”

“Lapor Pak Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PUPR, pengerjaan rehabilitasi Jalan Cibadak – Gembongsari Kecamatan Rawamerta dengan kontruksi aspal hotmix ini dikerjakan asal-asalan”

BaskomNews.com – Terkesan asal-asalan. Pekerjaan jalan dengan konstruksi aspal hotmix di jalan Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, dikeluhkan warga. Jalan yang baru selesai diperbaiki, tiba-tiba kondisinya kembali memprihatinkan.

Kontruksi aspal hotmixnya pecah-pecah dan retak. Tak hanya itu, di ruas jalan tersebut juga ditemukan lubang-lubang kecil yang baru mengelupas dari kontruksi aspalnya.

Padahal, usia jalan tersebut baru 2 minggu. Kondisi ini, tentunya menjadikan warga, mencibir dan mempertanyakan kualitas pekerjaan dari si pemborong proyek rehabilitasi jalan tersebut.

“Lapor Pak Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PUPR, pengerjaan rehabilitasi Jalan Cibadak – Gembongsari Kecamatan Rawamerta dengan kontruksi aspal hotmix ini dikerjakan asal-asalan, baru 2 minggu selesai dikerjakan kondisi aspal hotmix sudah pecah melekah,” tulis akun Benk Stallone, di laman Facebook, seraya melampirkan beberapa foto kondisi jalan tersebut.

Rehabilitasi jalan Cibadak – Gombongsari, dengan panjang 285 M, lebar 3,5 M, bersumber dana APBD 2018, memakan biaya sebesar Rp 194.235.000. Namun, dalam papan proyek pekerjaan tersebut, tak tertera kapan waktu pelaksanaannya.

Dalam papan proyek itu, hanya tertulis waktu pelaksaannya selama 60 hari kerja. Sedangkan pelaksana pekerjaan untuk proyek tersebut, tertera CV Arjuma Jaya Sejahtera.

Dikonfirmasi secara terbuka, Kabid Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR Karawang, Bambang Sugiharta, mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kondisi rusaknya kembali jalan tersebut, melalui media sosial.

“Pekerjaan tersebut kami anggap belum selesai. Jadi masih merupakan tanggungjawab rekanan. Dan itu belum serah terima,” ujarnya, Senin (11/6/2018).

Dikatakan dia, pihaknya belum bisa melakukan tindakan apa-apa. Saat ini yang bisa dilalukan adalah menunggu pekerjaan selesai.
“Jika pekerjaan sudah dianggap selesai dan sudah serah terima, baru kami akan melakukan pengecekan. Kalau nanti ditemukan ada permasalahan dalam pekerjaan, pasti ada tindakan. Dan apabila rekanan itu membandel, maka itu akan jadi catatan khusus,” katanya. (red)

 

SHARE