Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Sekelompok Karyawan di Karawang Jualan Jeruk

oleh -
Asep Mulyana, Ketua Karyawan Peduli

“Cara ini, merupakan salah satu upaya kita untuk membantu taraf perekonomian para petani. Dimana, kami memotong ‘tangan’ tengkulak”

BaskomNews.com – Banyak jalan menuju Roma. Pepatah itulah yang menginspirasi Karyawan Peduli, untuk membantu peningkatan kesejahteraan petani di Karawang.

Kelompok para para pekerja, yang terbentuk atas inisiatif beberapa karyawan Toyota untuk berbuat sesuatu yg baik dan bersifat sosial terhadap lingkungan sekitar ini, diam-diam mendatangi para petani jeruk di wilayah Dikebo, Kutatandingan, Karawang, kemudian membeli hasil panennya dengan harga jauh lebih tinggi dari tengkulak, kemudian didistribusikan (dijual kembali) kepada para karyawan dan relawan, juga masyarakat luas, dengan harga lebih rendah dari harga pasaran.

“Cara ini, merupakan salah satu upaya kita untuk membantu taraf perekonomian para petani. Dimana, kami memotong ‘tangan’ tengkulak, dengan mendatangi dan membeli langsung hasil pertaniannya, tentu saja dengan harga yang lebih tinggi dari tengkulak,” ujar Ketua Karyawan Peduli, Asep Mulyana, kepada BaskomNews.com, Jumat (1/6/2018).

Kegiatan tersebut, kata dia, baru berjalan selama beberapa hari. Namun dari beberapa hari itu, sudah terlihat hasil yang menggembirakan. “Tiap hari kami mendatangi para petani tersebut dan membeli hasil panen jeruknya, rata-rata 300 kg per hari. Dan empat hari saja, sebanyak 1,5 ton hasil panen jeruk petani disana berhasil kita beli,” lanjutnya.

Dengan pola pembelian langsung itu, Asep dan para anggotanya di Karyawan Peduli, meyakini, para petani tersebut mendapatkan keuntungan lebih besar dari pada saat mereka (petani) menjual hasil panen jeruknya kepada tengkulak.

“Setelah jeruk, kami akan kembali melakukan hal yang sama, untuk hasil panen yang lainnya,” katanya.

Sekedar mengulas, Nilai Tukar Petani (NTP) hampir pada semua sektor dari Maret 2017 hingga kini terus mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, NTP nasional di Maret 2017, turun 0,38 persen menjadi 99,95 dari bulan sebelumnya.

NTP adalah perbandingan harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

Berdasarkan data dari BPS, salah satu penyebab terus menurunnya NTP yaitu adanya tengkulak, hal tersebut menurutnya dapat terlihat dari harga di penggilingan, grosir, maupun eceran yang tidak konsisten. (SiD)