Kasus Meme Habib Rizieq-Amien Rais: Pelaku Tunggal atau Ada yang Nyuruh Hitler?

oleh -
Amien Rais - Habib Riezieq Shihab (Foto edit BaskomNews.com).

“Harusnya gak usah nyari yang lain dulu. Yang sudah jelas meng-upload-nya aja dulu diproses hukum, dan ditetapkan sebagai tersangka”

BaskomNews.com – Polisi buru penyebar screen Shoot meme Habib Rizieq-Amien Rais yang diupload Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Karawang, Hitler Nababan, di grup WhatsApp Banggar DPRD setempat. Ini tanggapan Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Karawang.

“Harusnya gak usah nyari yang lain dulu. Yang sudah jelas meng-upload-nya aja dulu diproses hukum, dan ditetapkan sebagai tersangka. Kan dia yang pertama kali menyebarkan meme itu, walaupun itu dilakukan dalam grup WA Banggar DPRD Karawang,” ujar Ketua BM PAN Karawang, Dadi Mulyadi, kepada BaskomNews.com, Sabtu (26/5/2018).

Dadi Mulyadi, Ketua BM PAN Karawang

Untuk mencari dalang penyebaran meme tersebut, kata Dadi, sebaiknya tanya Hitler Nababan. “Apakah dia pelaku tunggal pada peristiwa ini? Atau jangan-jangan ada yang menyuruh dan menjadi bagian dari konspirasi politik yang sengaja di ciptakan?” ucap Dadi.

Dalam hal ini, tambah Dadi, pihak Kepolisian harus hati-hati, karena ini adalah peristiwa hukum yang beraroma politis di tahun politik, yang potensi sitkonnya akan menjadi serba memungkinkan terjadi.

“Kejadian ini bermula dari postingan yang dianggap membuat pihak tertentu tidak berkenan. Massa kemudian menemui Hitler di kantor DPRD. Kemudian terjadi keributan dengan sejumlah orang,” katanya.

Begitupun soal motivnya. Lanjut dia, jika Polisi ingin megetahui motivnya, ya tanya Hitler sjaa. “Hitler kan politisi dari Partai Demokrat. Dan di DPRD itu juga kan multi partai yang berbeda. Seharusnya, saudara Hitler menghormati perbedaan dong!” ucap Dadi.

Sebagai anggota dewan, tambah Dadi, mestinya Hitler bisa menjaga perasaan satu sama lain, agar tidak menyinggung perasaan dan menebar kebencian yang lain.

“Kegaduhan dipicu atas perbuatan hitler, dengan memposting meme tersebut tanpa hak. Sehingga jelas, sifat melawan hukumnya terpenuhi,” katanya.

Dalam kasus ini, papar Dadi, tidak perlu membuat polemik. Sehingga persoalan akan lebih runcing dan meluas, dan berpotensi akan memicu reaksi balik masyarkat yang lebih besar.

“Kalau memang pihak Kepolisian akan mengungkap kebenaran materilnya, ya tetapkan saja dulu saudara Hitler sebagai tersangka, karena dirinyalah yang awal pertama kali sebagai penyebar meme tersebut,” tegasnya. (SiD)