Wisata Air Mancur Sri Baduga Ditutup Selama Ramadan

oleh -492 views
Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta.

BaskomNews.com – Pertunjukan Air Mancur Sri Baduga di Purwakarta dihentikan sementara menyambut Bulan Ramadan. Pertunjukan akan dimulai kembali seusai Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Akhir pekan depan sudah tidak beroperasi. Jadi akhir pekan ini adalah pertunjukan yang terakhir sebelum Ramadan tiba,” kata Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda Olah Raga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar di ruang kerjanya pada Kamis 9 Mei 2018.

Heri menyatakan meski dihentikan, masyarakat masih bisa mengunjungi Taman Air Mancur Sri Baduga. “Jadi kalau siang atau sore masih bisa dikunjungi, hanya untuk malam tidak ada aktivitas,” ucapnya seraya menambahkan ini juga berlaku bagi taman-taman lain yang ada di Purwakarta.

Sementara itu, surat edaran yang berkaitan dengan aktivitas selama Bulan Ramadan pun tengah disiapkan Pemkab Purwakarta. Selain menutup wisata air mancur , salah satu poin lainnya berisi larangan operasional bagi tempat hiburan malam.

“Surat edaran ini, telah kami siapkan. Kemungkinan, akan kami sebarkan pekan depan,” ujar Kasubag Keagamaan, Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Kesra Setda Purwakarta, Dindin Ibrahim Mulyana.

Menurut dia, pemerintah sengaja mengeluarkan aturan tersebut. Tujuannya, supaya kekhidmatan ibadah puasa masyarakat tidak terganggu dengan kegiatan tersebut.

“Untuk sementara seluruh aktivitas hiburan malam masyarakat disetop dulu. Dalam hal ini, pihak berharap para pengelola THM bisa menaati aturan tersebut,” ucapnya.

Di sisi lain, Kabid Trantibum Satpol PP Purwakarta, Beny Primiadi menambahkan, jajarannya akan mengintensifkan operasi pekat selama bulan puasa.

Operasi ini misalnya, razia petasan, minuman beralkohol (mihol), tempat hiburan malam, dan tempat-tempat yang diduga dijadikan lokasi nongkrong para pekerja seks komersial. “Kegiatan ini, merupakan upaya cipta kondisi selama pelaksanaan puasa,” ujar Beny.

Beni menambahkan, Miras dan PSK ini masuk dalam kategori penyakit masyarakat. Sehingga, harus diminimalisasi. Apalagi, di Bulan Ramadan nanti. Untuk itu, pihaknya akan terus menggelar operasi pekat ini.

Dia menegaskan, operasi pekat ini tak hanya akan difokuskan di wilayah perkotaan. Melainkan, seluruh wilayah perbatasan pun akan disisir. Hal ini dilakukan agar masyarakat tak terganggu dengan hal-hal negatif seperti itu.(PR/red)