Kadisnaker Akui Masih Banyak Calo Naker Berkeliaran

oleh -278 views
Kepala Disnakertrans Karawang, H. Ahmad Suroto (foto BaskomNews.com).

“Kalau ada oknum naker di Disnaker, insya Allah akan kita tindak, kalau memang ada. Apalagi selama ini saya terus memperingatkan para staf untuk tidak bermain dalam wilayah menjadi calo naker”

BaskomNews.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, H. Ahmad Suroto mengakui, jika saat ini masih banyak calo tenaga kerja (naker) yang masih berkeliaran, baik itu di wilayah kawasan industri maupun di lingkungan Disnaker sendiri.

Ahmad Suroto mengatakan, calo naker ini terkadang beroperasi di wilayah kawasan industri dengan cara mengatasnamakan oknum Karang Taruna. Menurutnya, persoalan ini sulit dipantai, karena alasan di luar jangkauan kinerja Disnaker.

“Kalau ada oknum naker di Disnaker, insya Allah akan kita tindak, kalau memang ada. Apalagi selama ini saya terus memperingatkan para staf untuk tidak bermain dalam wilayah menjadi calo naker. Karena itu suatu tindakan yang tidak terpuji,” kata H. Ahmad Suroto, kepada BaskomNews.com, Kamis (3/5/2018).

Kepada wartawan, Suroto mengakui adanya oknum naker yang masuk ke lingkungan Disnaker. Mereka (calo naker) sering “iming-iming” ataupun menjanjikan kepada para pencari kerja bisa memasukan kerja ke industri.

“Kita harus akui ada oknum dari luar yang masuk ke Disnaker. Kadang-kadang mereka iming-iming bisa masuk kerja, ini yang harus kita lakukan tindakan, agar mereka tidak masuk wilayah upaya pendaftaran twnaga kerja dan pelaksanaan tes di Disnaker,” kata Suroto.

Untuk persoalan penyerapan tenaga kerja, Suroto menjelaskan, jika pada 2016 Disnaker sudah menempatkan 20.150 orang pencaker untuk bekerja, yaitu dimana 78 persennya merupakan orang Karawang asli. Sementara di 2017, penempatan tenaga kerja meningkat menjadi 29.440, atau sekitar 84 persen orang asli Karawang.

“Artinya dengan Perbup No 8 Tahun 2016 ini, kita efektif bisa menyerap tenaga kerja asli Karawang untuk bersaing dengan tenaga kerja di luar Karawang. Selama dua tahun ke belakang kita sudah lebih 60 persen menempatkan pencaker orang asli Karawang. Ke depan kita upayakan peningkatan signifikan, agar para pencari kerja di Karawang bisa mendapatkan prioritas dalam penempaan tenaga kerja,” timpal Suroto.

Kalau berbicara pengangguran, masih dikatakan Suroto, permasalahan ini jelas bukan hanya menjadi problem Kabupaten Karawang, melainkan menjadi persoalan provinsi sampai tingkat nasional. Karena dengan tumbuhnya angkatan kerja lulusan SLTA dan sederajat setiap tahunnya, ini jelas menjadi pasar kerja dan menjadi problem baaru bagi Disnaker.

“Contoh tahun lalu, sebanyak 22 ribu lebih lulusan SLTA dan sederajatnya, hanya 25 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sisanya 75 persen bersaing dngan para pencari kerja yang lain. Persoalannya, kemampuan kompeteisi skill mereka terbatas dan belum memadai. Sehingga harus dilakukan pelatihan melalui BLK,” kata Suroto.

“Tapi kan daya tampung BLK hanya sampai 500-600 per tahun. Tentu ini akan menjadi tantangan tersendiri. Karena kebanyakan kompetensi mereka kurang memenuhi syarat seperti yang dibutuhkan industri,” timpal Suroto.

Adapun terkait upaya Disnaker untuk memberantas oknum naker, Suroto kembali menjelaskan, jika pihaknya sudah memiliki Tim Khusus (Timsus) yang melibatkan unsur Kodim Polres Karawang.

“Dalam hal tertentu merek bisa melakukan upaya-upaya pencegahan calo naker. Dan ini sudah dilaksanakan selama ini. Cuma kendalanya soal pembiayaan. Karena mereka harus diberikan semacam insentif untuk bisa melaksanakan tugas-tugasnya,” imbuh Suroto.

Upaya pemberian insentif kepada petugas Timsus, sambung Suroto, selama ini memang belum bisa dilaksanakan oleh Disnaker. Yaitu dengan alasan belum adanya anggaran khusus untuk insentif petugas Timsus, agar bisa bekerja maksimal.

“Setiap ada testing kerja mereka (timsus, red) masuk dalam wilayah. Kalau ada calo langsung diusir. Tapi kan tidak mungkin kalau setiap saat mereka mengawasi tanpa kita berikan insentif,” timpal Suroto.

“Untuk para pencari naker, saya himbgau jangan sampai percaya sama calo. Ikuti prosedur Disnaker saja, jangan kena rayuan iming-iming bisa masuk kerja,” pungkas Suroto. (red)