Gabungan 2 Fraksi Sepakat Kritisi Cellica-Jimmy, Tanpa Harus “Walk Out”

oleh -
Ketua Fraksi BNN, Nurlaela Saripin (kiri) dan Ketua Fraksi PAS, Budiwanto (kanan).

BaskomNews.com – Menjelang Rapat Paripurna DPRD Karawang tentang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Karawang yang rencananya bakal digelar pada Senin (23/4/2018), beberapa isu bakal adanya sikal “walk out” dari beberapa fraksi mulai terdengar ke publik.

Namun demikian, saat dikonfirmasi BaskomNews.com, 2 fraksi gabungan di DPRD Karawang seperti Fraksi Bintang Nurani NasDem (Fraksi BNN yang terdiri dari PBB, Hanura dan Partai NasDem) dan Fraksi Persatuan Amanat Sejahtera (Fraksi PAS yang terdiri dari PPP, PAN dan PKS), kedua fraksi ini mengaku akan mengkritisi dan memberikan masukan kepada pemerintahan Cellica-Jimmy selama 2017 ke belakang, tanpa harus bersikap walk out di forum Parpurna LKPJ Bupati Tahun 2017.

Ketua Fraksi PAS, Budiwanto mengatakan, tidak ada persoalan krusial yang harus membuat fraksinya bersikap walk out di Rapar Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2017 nanti. Terlebih menurutnya, LKPJ Bupati merupakan pemaparan gambaran kinerja Pemkab Karawang selama setahun ke belakang.

Bukan pada tataran sikap fraksi yang harus menerima atau menolak LKPJ Bupati Tahun 2017. “Serapan anggaran bagus, capaian kinerjanya juga bagus. Sehingga tidak ada alasan buat kita untuk walk out di Paripurna LKPJ Bupati nanti,” tutur Budiwanto, yang juga merupakan Anggota DPRD Karawang dari PKS, kepada BaskomNews.com, Rabu (18/4/2017).

Sementara itu, Ketua Fraksi BNN, Hj. Nurlaela Saripin menambahkan, secara  pribadi partainya ia mengaku tidak akan walk out dalam Rapar Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2017 nanti. Namun secara kelembagaan fraksi, ia belum bisa menyimpulkan, karena alasan belum rampung melakukan rapat fraksi bersama Hanura dan Partai NasDem.

“Kita gak ada hak untuk menolak atau menerima, hanya ada beberapa rekomendasi catatan di beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Terutama tentang penyerapan anggaran, kinerja dinas khususnya soal penyerapan anggaran infrastruktur dan DAK (Dana Alokasi Khusus), serta capaian PAD (Pendapatan Asli Daerah) seperti lemahnya retribusi dan beberapa penagihan PBB di desa,” kata Nurlale Saripin.

Meskipun PBB tidak akan bersikap walk out di Paripurna LKPJ Bupati, sambung Nurlalea, tetapi diakuinya jika penyerapan anggaran dan kinerja dinas di tahun ke 3 pemerintahan Cellica-Jimmy cukup lemah. Karena di tahun ke tiga pemerintahan Cellica-Jimmy ini, capaian kinerjanya baru sampai 40 persen.

Sementara masa pemerintahannya akan berakhir 2 tahun lagi. “Makanya akan kita dorong terus pemerintahan ini. Yang terpenting Cellica-Jimmy jangan hanya sekedar mendengarkan masukan dari pandangan fraksi kita di Paripurna LKPJ nanti. Melainkan harus direalisasikan dalam bentuk kinerjanya. Percuma juga kalau hanya didengar tapi tidak direalisasikan,” kata Nurlaela Saripin, yang juga merupakan Ketua DPC PBB Karawang.

Sementara itu, untuk sikap Partai Hanura dan Partai NasDem yang tergabung dalam Fraksi BNN ini belum bisa dikonfirmasi BaskomNews.com. Karena sampai berita ini masuk meja redaksi, belum ada jawaban konfirmasi resmi dari Ketua DPC Hanura Karawang, Ahmad Adriansyah maupun dari politisi Partai NasDem, Indriyani.

Khususnya Partai NaDem, apakah partai besutan Surya Paloh ini akan bersikap walk out seperti di Rapat LKPJ Bupati Tahun 2016 lalu?. Kita tunggun saja nanti perkembangannya seperti apa. (mang adk)