Ini Bedanya Fungsi Karangpawitan Zaman Cellica dengan Zaman Dasim

oleh -297 views
Sejumlah anak-anak yang sedang berlatih sepatu roda di Lapangan Karangpawitan terganggu karena adanya Pasar Tumpah. (video Netizen Facebbok Suryono Unoy).

BaskomNews.com – Melalui Media Sosial (Medsos) facebook, sejumlah masyarakat Karawang mulai mengeluhkan alih fungsi Lapangan Karangpawitan Karawang yang berubah menjadi Pasar Tumpah, khususnya setiap hari sabtu dan minggu.

Padahal di zamannya Bupati Karawang, Dadang S Muchtar (Dasim) maupun Bupati Karawang, H. Ade Swara, Lapangan Karangpawitan dikhususnya bagi sarana olahraga, khususnya bagi para atlet sepatu roda.

Namun di zamannya Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana (sekarang), kini Lapangan Karangpawitan berubah fungsi menjadi tempat Pasar Tumpah di setiap hari libur.

Melihat kondisi ini, sejumlah masyarakat mulai mengeluhkan dan melakukan sindiran melalui medsos facebook. Beragam tanggapan negatif dan kritikan muncul dari para netizen.

“Tolong dibantu lapangan tempat kami latihan setiap hari Sabtu dan Minggu menjadi pasar dadakan. Awal nya kami minta kerjasama dengan karang taruna setempat sebagai pengelola lapangan, tetapi tidak ada perubahan malah pedagang semakin banyak,” tulis Suryono Unoy, melalui akun facebooknya saat meng-upload video kondisi Lapangan Karawangpawitan Karawang yang berubah menjadi Pasar Tumpah.

Beragam komentar dan kritkan di video yang di-upload Netizen Facebook Suryono Unoy.

“Gimana mau ber prestasi klou tempat latihan aja di pake sama pedagang. ampun ah pemeritah,” tulis Netizen Facebook, Surya Kencana, dalam komentarnya.

“Anehhhhh.. Untuk masalah di depan mata pun, pemkab seperti tidak peduli dan kehilangan wibawa,” tulis Netizen lainnya, Dadan Suhendarsyah, dalam komentarnya.

Bukan hanya itu, komentar para netizen di facebook mengenai berubah fungsinya Lapangan Karangawitan ini juga menjurus kepada kritikan Satpol PP Karawang yang dianggap tidak mampu bekerja sebagai Penegak Peraturan Daerah (Perda).

Pengamen dan pengemis hanya berjarak 100 meter dari lampu merah Pemda ke kantor pol PP. Lalu mereka kerjanya apa?,” tutur Rizal, netizen facebook lainnya yang juga ikut berkomentar.

Lantas, apakah Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana ini mampu bersikap tegas melihat kondisi Lapangan Karangpawitan yang berubah menjadi Pasar Tumpah ini?. Apakah beliau (bupati, red) akan mengintruksikan Satpol PP untuk menertibkannya?. Kita lihat saja nanti kabar selanjutnya di BaskomNews.com. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *