Ternyata yang Memasang Bendera PKB Ini Warga non-Muslim

oleh -
Kediaman H. Jejen Sopian terlihat terpasang bendera PKB yang dipasang oleh tetangganya yang beragama non muslim (Kristen).

“Kang coba tebak ini yang pasang bendera siapa. Ini yang masang bendera keluarga non muslim kang,”

BaskomNews.com – Ada cerita menarik dibalik blusukan yang dilakukan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy), Sabtu (31/3/2018).

Setelah selesai membuka kegiatan Modification Car di halaman Hotel Akhasya Telukjambe Timur, Ketua DPC PKB Karawang ini langsung bertolak melakukan blusukan di Kecamatan Rengasdengklok.

Saat berkunjung ke kediaman tokoh masyarakat Kecamatan Rengasdengklok, H. Jejen Sopian, tepatnya di Blok Kraton Rengasdengklok Selatan, ternyata yang memasang bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menyambut kedatangan Kang Jimmy ini merupakan warga non muslim (Kristen, red).

Meskipun sebenarnya, agenda blusukan yang dilakukan Kang Jimmy di kediaman H. Jejen tersebut merupakan agenda santunan untuk 100 anak yatim.

“Kang coba tebak ini yang pasang bendera siapa. Ini yang masang bendera keluarga non muslim kang,” tutur H. Jejen, saat memberitahukan kepada Kang Jimmy.

Kang Jimmy saat berdialog dengan warga di kediaman H. Jejen Sopian di Rengasdengklok Selatan.

Saat menyampaikan sambutannya di hadapan masyarakat, Kang Jimmy menyampaikan, jika agenda blusukan pejabat ke masyarakat itu sangat penting untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi pembangunan sebenarnya. Sehingga jangan sampai anggapan masyarakat, jika blusukan hanya dilakukan saat kampanye saja.

“Saat blusukan seperti ini saya tidak pernah mengkampanyekan partai saya ke masyarakat. Bodo amet semua itu. Yang penting setiap libur kerja saya datang ke masyarakat untuk mendengarkan keluh kesah secara langsung,” kata Kang Jimmy.

Ditambahkan Kang Jimmy, selama 5 hari kerja ia sengaja meluangkan waktu dua hari untuk menerima keluhan masyarakat dengan cara datang langsung ke rumah dinasnya.

Dari mulai keluhan keluarga miskin yang rumahnya hampir roboh sampai dengan anak yatim yang putus sekolah atau tidak mampu berobat, semuanya menjadi persoalan keluhan utama yang sering ia temukan selama ini.

“Makanya saya sisihkan zakat 2,5 persen dari gaji saya untuk persoalan itu. Untuk bangun rutilahu masyarakat miskin ataupun keperluan anak yatim piatu. Saya itung-itung dari zakat gaji saya tahun kemarin, semuanya hanya sampai Rp 75 juta. Semuanya saya bagikan, karena itu memang hak masyarakat,” tandas Kang Jimmy.(red)