Dua Begal yang Memperkosa Janda Cikampek, Tewas Disosor Peluru Anaconda

oleh -

“Anggota terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menggunakan senjata api, karena keduanya melakukan perlawanan”

BaskomNews.com – Masih ingat dengan janda asal Cikampek yang diperkosa dan dibegal di Kotabaru, beberapa hari lalu? Nah, pelakunya ketangkap, dan tewas dihunus peluru Anaconda.

Kedua pelaku, DS dan YG, terbujur kaku di ruang Forensik RSUD Karawang, Sabtu (17/3/2018). Keduanya meregang nyawa dalam perjalanan ke RSUD Karawang, setelah anggota Tim Anaconda Resmob Polres Karawang memberikan tindakan tegas dengan menggunakan senjata apinya, saat keduanya melakukan perlawanan di markasnya, di Kampung Rawasari RT 08/02 Desa Jomin Timur, Kotabaru, Karawang.

“Anggota terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menggunakan senjata api, karena keduanya melakukan perlawanan dengan berteriak memanggil massa dan mencoba merebut senjata api anggota, yang saat itu tengah melakukan penyamaran, mengawal keduanya menunjukkan TKP aksi kejahatannya serta barang buktinya,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, saat menggelar ekspose, Sabtu (17/3/2018) di halaman Ruang Forensik RSUD Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan saat gelar ekspose pengungkapan kasus tersebut

Pengungkapan kasus berawal pada 14 Maret 2018, pihaknya meneeima laporan dari seorang wanita berinisial Wtn, warga Cikampek. Wanita itu melaporkan kalau dirinya telah menjadi korban kejahatan jalanan yang dilakukan oleh kedua pelaku. Korbam diperkosa dan HP serta uangnya sebesar Rp 500 ribu diambil paksa pelaku.

“Saat itu korban diperkosa bergiliran. Masing-masing melakukan sebanyak dua kali. Setelah itu barang berharga serta uang korban diambil,” lanjut Kapolres.

Berdasarkan laporan tersebut kemudian dilakukan penyelidikan hingga ditemukannya seorang wanita berinisial Y yang menginformasikan kalau dirinya telah diberikan HP yang identik dengan milik korban.

“Si Y ini mengetahui itu dari pemberitaan di media sosial, sehingga kemudian diketahui bahwa pelaku berjumlah dua orang berinisial DS dan YG, kemudian kedua pelaku berhasil ditangkap,” ucap Kapolres.

Kemudian pada saat dilakukan pengembangan terhadap TKP yang pernah dilakukan dan BB yang pernah diperoleh pelaku sebelumnya, keduanya mengarahkan petugas ke arah Desa Pangulah yang merupakan basecamp dari kedua pelaku. Namun disana, kedua pelaku berteriak minta tolong untuk memanggil rekan-rekannya agar bisa mendapatkan bantuan dari warga sekitar dan juga berupaya untuk merebut senjata anggota Tim Anaconda yang sedang undercover untuk pengembangan kasus.

“Sehingga terpaksa digunakan kekuatan senjata api dalam tindakan Kepolisian, sebelum kedua pelaku berhasil merebut senjata anggota yang sedang undercover. Karena itu dapat membahyakan jiwa anggota,” kata Kapolres.

Kemudian kedua pelaku dilarikan ke RSUD. Namun saat tiba di RSUD, kedua pelaku dinyatakan telah meninggal dunia. (SiD)