Pengangguran Terus Bertambah di Karawang, APINDO Sebut Upah Tinggi Salah Satu Faktornya

oleh -

“Terbuktinya pengangguran yang semakin bertambah, pada Desember 2017 tercatat di BPJS ada 29 ribu yang dikeluarkan”

BaskomNews.com – Angka pengangguran di Kabupaten Karawang, terus bertambah. APINDO setempat merilis, berdasarkan data dari BPJS, angka PHK di tahun 2017 mencapai 29 ribu orang.

“Ada beberapa faktor (PHK dan terjadinya angka pengangguran), seperti besarnya upah buruh yang mengakibatkan membengkaknya biaya produksi, sementara pendapatan tak seimbang. Selain itu, ada perusahaan yang bangkrut dan perusahaan-perusahaan hengkang,” ujar Ketua APINDO Karawang, Abdul Syukur, saat ditemui BaskomNews.com, di kantornya, Selasa (13/3/2018).

Dikatakan dia, tuntutan kenaikan UMSK hingga 23 persen, berdampak pada keberadaan perusahaan. Sebab dengan upah yang tinggi tersebut membuat beberapa perusahaan hengkang dari Karawang.

“Ya kalau dipaksakan bisa tutup semua perusahaan atau hengkang. Kita itu sama-sama untuk memperjuangkan buruh, konteknya saja yang berbeda. Apindo memperjuangkan industri untuk kelangsungan buruhnya untuk terus bisa bekerja. Tapi kalau serikat memperjuangkanya dengan upah yang tinggi,” lanjunya.

Padahal menurut dia, dampak dari upah yang tinggi selain hengkangnya perusahaan juga menambah angka pengangguran.

“Terbuktinya pengangguran yang semakin bertambah, pada Desember 2017 tercatat di BPJS ada 29 ribu yang dikeluarkan, artinya ini data pekerja yang kehilangan pekerjaanya,” ucapnya.

Jika tuntutan upah buruh terus menerus, kata dia, ini semakin kecil kesempatan warga Karawang untuk bisa bekerja di kawasan industri, karena perusahaan yang akan bisa bertahan disini yang menggunakan teknologi tinggi (robotik).

Terus bagaimana nasib industri di Karawang? ya Karawang akan bersaing dengan kawasan industri lainya, “Kan saat ini juga sudah banyak daerah yang membuka kawasan industri, seperti subang, majalengka dan lainya,” cetusnya. (red)