Investor di Karawang Banyak yang Hengkang ke Daerah Tetangga, Kadisnakertrans: Ini Penyebabnya…

oleh -187 views
Kepala Disnakertrans Karawang

“Sejak tahun 2017, minat investasi untuk pembanguna pabrik di beberapa kawasan di Kabupaten Karawang semakin menurun”

BakomNews.com – Minat investasi di Karawang semakin berkurang. Dahsyatnya, sejumlah investor malah lari ke kabupaten tetangga. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Ahmad Suroto, Jumat (3/2/2018), kepada BaskomNews.com.

“Sejak tahun 2017, minat investasi untuk pembanguna pabrik di beberapa kawasan di Kabupaten Karawang semakin menurun. Hanya 2 pabrik yang dibangun, baik di KIIC, KIM, maupun Surya Cipta. Ini sangat turun drastis,” ujar Suroto.

Itupun, sambung Suroto, dua pabrik yang berdiri di kawasan hanya pabrik yang menggunakan robotik, yang untuk penerimaan tenaga kerja sedikit. “Para investor sekarang lebih memilih kabupaten tetangga seperti Subang, Majalengka, untuk membangun pabrik,” lanjutnya.

Daerah-daerah tersebut, jelas dia, secara akses sama seperti Karawang, kini mudah ditempuh, semenjak adanya jalan Tol Cipali. Dan yang pasti, disana UMK-nya lebih murah.

“Ya itu karena UMK di Karawang paling tinggi, jadi mkinat investasi semakin kurang di Karawang dan pada pindah,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Suroto, investor itu banyak yang menginginkan untuk bangun pabriknya di zona industri, karena dengan murahnya harga NJOP tanah dibandingkan dengan di kawasan.

“Tapi di zona industri itu tidak boleh semenjak di berlakukannya UU No 32 tahun 2014 tentang Kawasan Industri. Sekarang tidak boleh lagi dibangun pabrik di zona industri semenjak UU no 32 tahun 2014 diberlakukan,” ucapnya.

Sarannya, salah satu cara untuk bisa menarik investor kembali dengan UMK yang sudah terlalu tinggi, Pemkab Karawang harus memberikan keringan pajak bagi para investor. Atau berikan kemudahan akses transportasinya, karena sekarang jalan-jalan selalu macet.

“Benahi infrastrukturnya dan beri keringan pajak untuk bisa menarik investor di Karawang,” pungkasnya. (pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *