“Mendekati” Anak-Anak, Ini Cara Gina Swara Membangun Karawang

oleh -

“Anak-anak merupakan calon pelaku yang menggerakan kehidupan Kabupaten Karawang. Mereka merupakan generasi penerus yang bisa membawa Karawang pada kemajuan”

BaskomNews.com – Banyak jalan menuju Roma. Ya, begitupun dengan upaya membangun negeri atau suatu daerah, banyak cara dilakukan. Dan buat Anggota Fraksi Gerinda DPRD Jabar asal Karawang, Hj. Gina Fadlia Swara, membangun daerah yang merupakan kampung halamannya itu, salah satunya dengan “mendekati” anak-anak.

Bukan tanpa alasan. Putri Mantan Bupati Karawang Ade Swara ini, punya alasan lain, kenapa dirinya mendekati anak-anak, dalam upayanya membangun Karawang. Bagi dia, lewat anak-anak inilah, bibit-bibit unggul Karawang akan lahir. Sehingga nantinya, Karawang akan menjadi lebih baik, dengan SDM-nya yang handal.

“Anak-anak merupakan calon pelaku yang menggerakan kehidupan Kabupaten Karawang. Mereka merupakan generasi penerus yang bisa membawa Karawang pada kemajuan. Namun, jika anak-anak yang merupakan generasi penerus ini tidak mendapatkan perlakuan, perhatian, asupan gizi dan pendidikan yang baik, sulit rasanya dikemudian hari mereka bisa menjadi pelaku roda kehidupan di kabupaten ini,” ujar wanita yang akrab disapa Teh Gina ini, saat berbincang dengan BaskomNews.com, beberapa hari lalu, di Karawang.

“Mendekati” anak-anak, kerap dilakukan Teh Gina dalam setiap blusukan dan resesnya di Karawang. Selain menjalankan program sendiri, dimana sebagai besar aspirasinya untuk pembangunan sarana dan fasilitas pendidikan di Karawang, dia pun mengimplementasikan program dari DPP Partai Gerindra, yakni “Prabowo Menyapa”. Dimana, dari tiga poin dalam proram tersebut, dua diantaranya bersentuhan langsung dengan anak-anak.

“Tiga poin dalam program ‘Prabowo Menyapa’ adalah dokling, pustaka keliling dan revolusi putih. Nah dua diantara tiga poin itu, yakni pustaka keliling dan revolusi putih, bersentuhan langsung dengan anak-anak,” lanjut Teh Gina.

Dokling sendiri, jelas dia, adalah pengobatan gratis, dimana semua warga yang mendapatkan leyanan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis.

“Sedangkan pustaka keliling, itu berupa perpustakaan keliling, dimana kita berupaya untuk menumbuhkembangkan minat baca pada anak usia dini,” ujarnya.

Sementara revolusi putih, sambung Gina, berupa bagi-bagi susu gratis, kepada anak-anak. “Saat ini cakupan susu pada anak-anak di negeri ini sangat rendah. Makanya, dengan program ini kita berusaha untuk memberikan asupan itu, sekaligus menumbuhkan kesadaran kepada para orang tua tentang pentingnya asupan susu kepada anak-anak,” katanya. (SiD)