Tukang Ojek Online Piara Tuyul! Sebulan Penghasilannya Rp 10 Juta

Fenomena penggunaan “tuyul” atau aplikasi pembuat order fiktif ini, kini marak terjadi. Para pengemudi ojek online curang itu, tak perlu capek bekerja, atau mengantar penumpang

BaskomNews.com – “Tuyul” merangsak ke bisnis transportasi online. Pengemudi ojek online bisa berpenghasilan Rp 10 juta perbulan, tanpa melakukan pekerjaan apa-apa. Ya, cukup dengan memelihara “tuyul”, alias menggunakan aplikasi illegal access system electronic atau aplikasi Fake GPS.

Fenomena penggunaan “tuyul” atau aplikasi pembuat order fiktif ini, kini marak terjadi. Para pengemudi ojek online curang itu, tak perlu capek bekerja, atau mengantar penumpang. Cukup berada di rumah, mereka seolah sedang mengantar penumpang ke suatu tempat.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, perangkat lunak pembuat order fiktif pada taksi dan ojek online atau kerap disebut aplikasi “tuyul” berbeda dengan kasus fake GPS yang digunakan para mitra taksi online dengan memalsukan lokasi penjemputan penumpang.

Bedanya, kata dia, kalau fake GPS itu biasa digunakan untuk mengelabui lokasi, tetapi mitra taksi online tetap mengangkut penumpang. “Tetapi, kalau pakai tuyul ini mereka benar-benar enggak kerja,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (1/2/2018).

Dalam kasus “tuyul” tersebut, lanjut Agus, pelaku menggabungkan dua aplikasi itu. Dimana mereka menggunakan fake GPS untuk menentukan lokasi awal, lalu ponsel di-oprek dengan tuyulitu untuk membuat seolah-olah pengemudi benar-benar melayani penumpang.

Tentu saja, hal itu sangat merugikan perusahaan tempat mitra online tersebut bekerja. Merugikannya, karena para pengemudi ojek online itu tidak melayani penumpang, tetapi perusahaan tetap harus membayar para mitra online, termasuk memberi bonus karena biasanya mitra yang menggunakan tuyul ini bagus peringkatnya.

Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengendus dan mengungkapnya. Beberapa pengemudi ojek online yang memelihara “tuyul” itu berhasil dibekuk.

FA, salah satu tersangka kasus aplikasi tuyul taksi online, mengatakan, ia mendapat keuntungan besar tanpa harus repot-repot mengantarkan penumpang dengan menggunakan aplikasi tersebut.

Kata dia, dalam satu bulan dirinya bisa mendapatkan penghasilan Rp 10 juta, tanpa harus mengantar penumpang.

Kata dia, dengan menggunakan aplikasi tuyul itu, dalam sehari, ia dapat membuat lima hingga enam order fiktif dalam rentang waktu pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Artinya hanya butuh waktu dua jam. (Bayu SiD)

SHARE