Sudah Pakai Isim, Pengedar Shabu di Ciranggon ini Tetap Ketangkap

“Selain barang bukti shabu, kami juga mendapati isim dan obat kuat”

BaskomNews.com – Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Pribahasa ini sepertinya cocok untuk pengedar shabu yang satu. Betapa tidak, dia yang mengklaim dirinya mempunyai isim (jimat) anti ketangkap, ternyata ketangkap juga oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang.

Adalah “J” inisial pengedar shabu yang mengklaim dirinya punya isim (jimat) anti ketangkap itu. J merupakan pengedar shabu jaringan Karawang yang bekerjasama dengan bandar dari luar kota, seperti Jakarta, Bekasi dan Cirebon.

Informasi yang dihimpun, J dibekuk BNNK di kediamannya, di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kamis (01/02/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari kediamannya itu, petugas mendapatkan barang bukti sabu seberat 14,75 gram, yang  masing-masing sudah dipaket dan siap jual.

“Penangkapan tersangka J, berawal dari informasi yang kami dapat dari masyarakat bahwa tersangka ini sering melakukan transaksi narkoba di wilayah seputar kediamannya,” ujar Kepala BNNK Karawang, AKBP M Julian, kepada BaskomNews.com, Jumat (2/2/2018).

Selain mengamankan barang bukti sabu, petugas juga mengamankan dua buah isim (jimat) yang diketahui selalu dipakai tersangka untuk menjaga diri serta dua buah obat kuat.

J kini mendekam di balik jeruji besi. J dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo 127 tentang narkotika.

“Untuk hukumannya,  minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. Karena selain pengguna atau pemakai tersangka merupakan pengedar,” katanya.

Sementara itu, kepada wartawan, J mengaku, sudah menjadi pemakai sejak 5 tahun silam. Namun karena ingin punya keuntungan, dia kemudian nyambi jadi pengedar barang haram tersebut. (zak)

SHARE