Kasus Korupsi Bansos Anak Yatim Diproses Kejaksaan, Ini Pernyataan Cellica

oleh -

“Saat ini kita sedang melengkapi berkas untuk selanjutnya melakukan penyidikan lanjutan”

BaskomNews.com – Bupati Karawang Cellica Nurchadianna mengapresiasi langkah Kejaksaan yang mulai memproses bahkan akan meningkatkat status penyidikan dugaan penyelewengan dana bantuan sosial untuk anak yatim melalui Dinas Sosial dan sejumlah LKSA salah satunya Yayasan Karawang Sejahtera.

Dikatakan Cellica, hal tersebut memang menjadi kewajiban aparat penegak hukum terelebih telah adanya program TP4D yang telah dikerjasamakan dengan Pemkab Karawang.

“Tidak boleh itu dana operasional menggunakan dana anak yatim,” dikatakannya, Kamis (01/2).

Namun ia mengatakan, sejauh pelanggaran tersebut memang tidak ada unsur kesengajaan, kewajiban Kejaksaan Negeri Karawang melalui program TP4D ialah membina, dan mendampingi proses penyaluran bansos tersebut.

“Kalau tidak ada unsur kesengajaan loh ya, tapi kalau disengaja itu lain hal,” katanya.

Bahkan ia juga mewanti-wanti jangan sampai PNS ikut terlibat atau bahkan ikut memakan uang operasonal atau uang pendamping. Jika diketahui terbukti, ia juga mengaku akan menindak tegas oknum PNS tersebut.

Sebelumnya, Dugaan penyelewengan danan bantuan sosial untuk anak yatim oleh LKSA Yayasan Karawang Sejahtera mulai menemui titik lanjut. Saat ini Tim Kejaksaan Negeri Karawang tengah menyempurnakan berkas untuk melakukan penyidikan lanjutan.

Kepada awak media, salah satu jaksa fungsional Kejaksaan Negeri Karawang, Endang Darsono mengatakan, ia saat ini tengah menyempurnakan berkas, untuk dilakukan penyidikan lanjutan terkait dugaan kasus tersebut.

“Saat ini kita sedang melengkapi berkas untuk selanjutnya melakukan penyidikan lanjutan,” ujarnya, saat diwawancarai di kantornya, Senin (29/1).

Endang mengaku telah mendapatkan perintah dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang untuk segera melakukan penyidikan lanjutan terkait dugaan penyelewengan dana bansos untuk anak yatim, yang dilakukan Dinsos Karawang dan dikerjasamakan dengan beberapa LKSA salah satunya Yayasan Karawang Sejahtera yang menyalurkan dengan angka paling fantastis.

“Hal ini dilakukan menindaklanjuti atas perintah pak Kajari, yang sebelumnya telah memerintahkan untuk segera dilakukan penyidikan lanjutan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dugaan penyelewengan dana bansos anak yatim yang erumber dari APBD Karawang tahun 2017 terus menjadi sorotan akibat fee atau dana operasional bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang nilainya presentasenya hingga 20 persen di luar potongan 10 persen untuk pendamping.

Pada Tahun Anggaran 2017 ini ada sekitar 45 LKSA yang menjadi rekanan penyaluran bansos yatim di Dinas Sosial Karawang dengan total anggaran mencapai Rp.12.595.200.000. LKSA Karawang Sejahtera menjadi yayasan penyalur bansos anak yatim dengan jumlah anggaran paling besar yakni sekitar Rp.7,1 miliar, menyalurkan kepada sekitar 2.975 anak yatim.

Kemudian di pencairan tahap kedua ada perubahan prosentase penyalurannya. 90 persen untuk anak yatim, 10 persen untuk operasional pendamping. Inilah yang sedang kita dalami. Karena dasar hukumnya itu dari mana. Awalnya prosntase 70, 20, dan 10 persen, terus menjasi 90 dan 10 persenlanjutan,” pungkasnya. (Iq)