Kesurupan, Buruh di Karawang Malah Dipukuli Bos Korea, Terus Dipecat

  • Bagikan

“Aksi pukul yang dilakukan bos perusahaan itu bahkan disaksikan langsung oleh suaminya”

BaskomNews.com – Wahyu Anggara Putra, seorang pengacara di Karawang, mengungkap indikasi pelanggaran yang dilakukan PT Tunas Unggul Indonesia (TUI), yang berlokasi di Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang. Kata dia, kliennya, yang merupakan pekerja di perusahaan milik orang Korea itu, mendapatkan perlakuan tak wajar. Mereka, dipukuli, kemudian dipecat.

Pemukulan yang dilakukan oleh bos perusahaan tersebut, sambung dia, berawal dari kesurupan massal. Saat itu, beberapa pekerja disana kerasukan, kemudian, oleh bos perusahaan (perempuan Korea), pekerja itu malah dipukuli menggunakan batang sapu hingga memar-memar.

“Aksi pukul yang dilakukan bos perusahaan itu bahkan disaksikan langsung oleh suaminya. Tapi si suami diam saja, tak bisa berbuat apa-apa,” ujar Wahyu, kepada BaskomNews.com, Sabtu (27/1/2018).

Kesurupan massal itu, jelas dia, terjadi pada Kamis (25/1/2018). Awalnya, satu pekerja kesurupan, kemudian berpindah ke pekerja lainnya, dan berpindah lagi ke pekerja lainnya.
“Total yang kesurupan ada 20 orang,” lanjutnya.

Pekerja yang pertama kesurupan, yang juga kliennya, kata dia, bernama Yuli. Pas kesurupan, bukannya dievakuasi, malah dipukuli menggunakan batang sapu oleh bos nya itu, sampai memar. Setelah itu, Yuli dipecat.

Kemudian, pekerja lainnya ikut kerasukan. Beberapa pekerja melakukan evakuasi terhadap pekerja yang kesurupan.

“Namun si bos Korea itu malah murka dan tidak membolehkan pekerja yang melakukan evakuasi kembali bekerja. Hingga mereka pun dipecat,” katanya.

Saat kejadian, jelas dia, si bos Korea itu juga sempat mengeluarkan kata-kata kotor dan kasar. Sejumlah pekerja yang saat itu kesurupan, termasuk yang melakukan evakuasi, dipecat.

“Saya akan perkarakan dan melaporkan perusahaan tersebut ke Disnaker dan Kepolisian,” ucapnya.

Tak hanya perlakuan tak wajar yang didapat pekerja disana, dia pun mendapatkan keterangan kalau upah kerja di perusahaan tersebut juga tak sesuai UMK. “gaji pekerja di bawah UMK. Kami juga akan mengecek perizinannya di DPMPTSP,” katanya. (pls)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *