Ketua PHRI Singgung Pemkab Karawang Yang Tidak Punya Destinasi Wisata Unggulan

Gabriel Alexander (Ketua PHRI Karawang)

“Karawang bisa menggali potensi PAD dari Pariwisata itu besar karena potensi PAD Karawang dari perhotelan, tempat hiburan dan Pariwisata bisa mencapai 200 Milyar jika potensi wisatanya di maksimalkan.”

BaskomNews.com – Potensi wisata di Karawang selatan sangat luar biasa untuk menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan tetapi tidak di maksimalkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Karawang.

Ketua Persatuan Hotel Restorant Indonesia (PHRI) Kabupaten Karawang Gabriel Alexander, Karawang mempunyai destinasi wisata yang sangat eksotis di wilayah Karawang selatan tepatnya di desa Citaman Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang, akan tetapi potensi wisata disana tidak maksimalkan dengan baik.

“Ada keajaiban Dunia di Karawang dengan 64 titik Goa 16 Goa Pertikal yang mempunyai stalaktit hidup semua,” Terangnya kepada BaskomNews di kantornya, Selasa 21/11/2017.

Seharusnya Kata Gabriel, ini sangat miris sekali wisata di Karawang tidak pernah di kelola dengan baik padahal potensi untuk mendongkrak perekonomian di Karawang sangat besar akan tetapi tidak dimaksimalkan.

” PAD Tahun 2016 itu mencapai Rp 72 Milyar dihasilkan dari perhotelan dan tempat karaoke, dari potensi wisata paling kurang dari 1 Milyar,” jelasnya.

Seharusnya Karawang bisa menggali potensi PAD dari Pariwisata itu besar karena potensi PAD Karawang dari perhotelan, tempat hiburan dan Pariwisata bisa mencapai 200 Milyar jika potensi wisatanya di maksimalkan.

“Karawang itu tumpuan Jawa Barat dari kunjungan wisata itu listnya Hotel, mereka menginap disini langsung pulang, hiburannya di kabupaten tetangga liburannyapun sama karena tidak ada yang bisa dijual tempat wisata di Karawang,” tegasnya.

Disampaikan Gabriel, dirinya mempunyai konsep yang sangat luar biasa bagaimana untuk mengangkat potensi di Karawang akan tetapi tidak pernah di dukung oleh Pemkab Karawang.

“Buat satu Destinasi wisata yang fenomenal dengan konsep One Stop Wisata Alam di Daerah Citaman,”ujarnya.

Kenapa Di daerah Citaman karena dengan ada Goa yang begitu banyak yang berdekatan dengan masuk ke lokasi melihat curahan tebing yang sangat ajaib dengan stalaktit yang hidup semua.

“Saya sudah punya kajian untuk one stop wisata di daerah Citaman Karawang Selatan, karena tempat yang sangat representatif bahkan MOU sudah di buat pada saat plt Bupati Dedi dengan Perhutani,” terangnya.

Bahkan Kata Dia, regulasinya sudah di buat dengan keluarnya Peraturan Daerah (Perda) dengan No 18 Tahun 2016 tentang penyelenggaran Kepariwisataan akan tetapi Peraturan Bupatinya belum di buat untuk memperkuat.

” Buapati Karawang harus segera membuat Perbup tentang Penyelenggaran Kepariwisataan,” inginnya.

Berkaitan dengan anggaran seharusnya Disbudpar jemput bola ada anggaran di Propinsi dan Pusat dari APBD 1 dan APBN karena untuk pengembangan Pariwisata. Pelabuhan Ratu saja dan Pengandaran itu masih cari dana untuk mempercantik wisatanya nah Karawang malah tidak dimaksimalkan.

“Kalau sekarang apa yang mau di banggakan, kalau wisata buatan itu sudah banyak,” jelasnya.

Pihaknya, sedang menjalin komunikasi dengan Propinsi dan Kementerian Pariwisata tinggal nunggu eksen dari Pemkab Karawang saja.

“Komunikasi yang terputus antara Pemkab Karawang dengan Propinsi dan Pusat harus di bangun lagi untuk membangun Wisata di Karawang,” pintanya. (NP).

SHARE