Pengelola Penyeberangan di Telukjambe Timur Polisikan KSM, Ini Penyebabnya…

oleh -

“Iya benar, kami telah melaporkan KSM ke Polres Karawang, karena sudah memagar akses jalan yang kami bangun, tanpa melakukan koordinasi secara tertulis pada kami”

BaskomNews.com – Pengelola penyebrangan di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur menuju Desa Anggadita Kecamatan Kelari polisikan pengembang Kawasan Sumber Makmur (KSM) Kecamatan Telukjambe Timur. Pasalnya akses jalan yang dibangun pihak penyebrangan di pagar pihak KSM.

Pengelola penyebrangan, Imanudin membenarkan pihaknya telah melaporkan KSM karena telah sewenang-wenang memagar akses jalan yang pihaknya bangun.

“Iya benar, kami telah melaporkan KSM ke Polres Karawang, karena sudah memagar akses jalan yang kami bangun, tanpa melakukan koordinasi secara tertulis pada kami,” ujarnya, kemarin.

Lebih lanjut Imanudin yang juga berpropesi sebagai guru SD ini, menerangkan, kaitan usaha penyebrangannya itu yang menggunakan area lahan pengairan telah disertai oleh kelengkapan administrasi.

“Kami mendirikan usaha ini tentunya di sertai oleh kelengkapan administrasi, berbentuk Izin-izin baik dari lingkungan, pemerintah desa maupun dari PJT setempat, namun kenapa pihak KSM malah terkesan mengganggu, dengan menutup akses jalan, yang menurut kami itu adalah lahan pengairan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika benar dasar KSM memagar tanah yang kami bangun jadi akses jalan penyebrangan, seharusnya KSM membuat surat tertulis berbentuk teguran atau himbawan, bahwa itu adalah lahan KSM, dengan dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan.

“Sementara kami pernah diundang secara lisan oleh KSM, untukelakukan pertemuan, namun kami kira hal tersebut kurang tepat, yang kami harapkan adalah undangan formal secara tertulis, dan kejelasan pembahasan. Untuk sementara pelaporan terus berlanjut,” tandasnya.

Di tempat berbeda bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kawasan Sumber Makmur (KSM) Sujana, mengatakan tindakan pemagaran yang dilakukanny bukan tanpa dasar. Pemagaran dilakukan dengan dasar bahwa itu batas tanah KSM.

“Kami sudah mengetahui bahwa KSM telah dilaporkan kepada Polres Karawang. Namun atas pemagaran yang KSM lakukan, itu didasari bahwa tanah tersebut masuk ke dalam tanah KSM dan itu dibuktikan dengan sertifikatnya,” katanya.

Menyikapi pelaporan yang dilakukan pihak penyebrangan, dia mengaku tidak terlalu menanggapinya. “Yang jelas kami punya dasar yang kuat karena itu adalah tanah KSM,” tandasnya. (Iq)