Beredar SMS Koswara, IWO: Ada Penyebaran Hoax dalam Kasus Pemukulan di PDAM, Harus Diusut Tuntas!

oleh -
Ketua IWO Karawang, Ega Nugraha/insert Capture SMS Koswara

Dalam SMS Koswara yang beredar di jagat maya itu, tertera tulisan, kalau Koswara (si penulis SMS) masih menunggu niat baik PLT Dirut PDAM Tirta Tarum, Yogi Patriana untuk memberikan ganti rugi terhadap dirinya. Belum diketahui, SMS itu ditujukan ke siapa

BaskomNews.com – Masih tentang Koswara, Satpam PDAM Tirta Tarum yang diebut-sebut sebagai korban pemukulan yang dilakukan Plt Dirut PDAM Tirta Tarum, Yogi Patriana. Setelah mengeluarkan pernyataan bantahan dirinya mendapatkan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh Plt Dirut PLN Titra Tarum Yogi Patriana, kini publik Karawang dihebohkan oleh beredarnya pesan singkat (SMS) Koswara, yang isinya sangat menohok, bahkan berbeda 180 derajat dari pernyataannya itu.

Dalam SMS Koswara yang beredar di jagat maya itu, tertera tulisan, kalau Koswara (si penulis SMS) masih menunggu niat baik PLT Dirut PDAM Tirta Tarum, Yogi Patriana untuk memberikan ganti rugi terhadap dirinya. Belum diketahui, SMS itu ditujukan ke siapa.

“Cenah mah (Dirut) rek mere, rek tanggung jawab ampe cageur (katanya Dirut mau tanggung jawab sampai sehat),” demikian isi salah satu pesan singkat, yang disebut ditulis oleh Koswara.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang, Ega Nugraha, bereaksi. Sebagai pekerja media, yang juga mengikuti kasus tersebut, dia merasa ada gelagat upaya penyebaran hoax yang dalam kasus tersebut.

“Awalnya Dewan Pengawas (Dewas) mengaku menerima laporan tentang dugaan pemukulan yang dilakukan Plt Dirut PDAM Tirta Tarum kepada seorang satpam di kantor tersebut. Kemudian, selang beberapa hari, muncul pernyataan dari satpam bernama Koswara yang disebut sebagai korban dari dugaan pemukulan tersebut. Yang menyatakan, kalau aksi pemukulann itu tidak ada,” ujarnya saat berbincang dengan BaskomNews.com, Minggu (15/10/2017).

Capturan SMS Koswara

Selang beberapa hari dari pernyataan yang seolah membuat dunia terbalik itu, lanjut Ega, tiba-tiba beredar capturan SMS Koswara yang menyatakan kalau dirinya tengah menunggu itikad baik dari Plt Dirut PDAM Tirta Tarum.

“Jika SMS itu benar milik Koswara, berarti yang bersangkutan sudah melakukan kebohongan publik dan menyebar hoax. Yang bersangkutan juga sudah mempermainkan media massa. Ini harus diusut tuntas,” lanjutnya.

Lanjut Ega, dalam hal ini, Dewas juga wajib membuktikan kalau peristiwa pemukulan itu benar adanya. Itu dilakukan, lanjut dia, supaya marwah Dewas bisa terjaga dan tidak dikatakan sebagai lembaga kebohongan.

“Dan untuk kasus Koswara, saya kira penegak hukum harus melakukan penyelidikan. Jika tidak, saya kuatir peristiwa seperti ini akan terulang di kemudian hari. Jangan ada kesan media begitu mudah dipermainkan,” tandasnya. (SID)