Dugaan Pemukulan di PDAM, Praktisi Hukum: Dewas Harus Tanggungjawab, Jangan Bikin Dunia Terbalik

oleh -
Praktisi Hukum, Asep Agustian, SH, MH

“Ini akan menjadi preseden buruk. Tiba-tiba, orang yang disebut-sebut sebagai korban muncul dengan pernyataan yang 180 derajat berbalik dari sebelumnya. Kalau sudah seperti ini, lagi-lagi, kredibilitas Dewas dipertanyakan”

BaskomNews.com – Dewan Pengawas (Dewas) PDAM diminta untuk membuktikan terhadap pernyataannya terkait adanya kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh Plt Dirut PDAM Tirta Tarum, Yogie Patriana terhadap seorang Satpam di perusahaan plat merah tersebut. Pembuktian mesti dilakukan menyusul munculnya pernyataan dari orang yang disebut-sebut merupakan korban dari kasus tersebut. Dalam pernyataannya orang yang diketahui bernama Koswara itu menyatakan kalau aksi pemukulan itu tidak ada.

“Ini akan menjadi preseden buruk. Tiba-tiba, orang yang disebut-sebut sebagai korban muncul dengan pernyataan yang 180 derajat berbalik dari sebelumnya. Kalau sudah seperti ini, lagi-lagi, kredibilitas Dewas dipertanyakan,” ujar seorang tokoh masyarakat yang juga praktisi hukum di Karawang, Asep Agustian, SH, MH, Jumat (13/10/2017), di kantornya.

Dikatakan dia, kondisi ini seperti dunia terbalik. Dimana sebelumnya muncul kabar aksi dugaan premanisme berupa penganiayaan yang dilakukan oleh pejabat tinggi di perusahaan milik Pemkab Karawang kepada satpamnya. Dan kabar itu, salah satunya juga meluncur dari Dewas yang merupakan lembaga berkompeten terkait perusahaan tersebut.

“Jangan dipolitisir. Apa adanya sajalah. Lebih elegan kan mengangkat kebenarannya, kemudian dilanjutkan dengan mediasi, musyawarah dalam rangka penyelesaian masalah itu. Jangan tiba-tiba memutar balikan keadaan, dengan memunculkan pernyataan kalau peristiwa dugaan pemukulan itu tidak ada,” lanjutnya.

Jika kondisinya demikian, kata Asep, radar preseden buruk mengarah pada Dewas. “Berarti kabar yang kemarin disampaikan oleh Dewas, itu hoax dong,” katanya.

Dia menyesalkan dengan kondisi demikian. Dirinya begitu mempercayai pernyataan Dewas, hingga menawarkan diri untuk memberikan advokasi secara cuma-cuma kepada korban. Namun tiba-tiba, kondisinya berbalik.

Sebelumnya diberitakan, Pelaksana Tugas Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang, Yogie Patriana, akan dipanggil oleh dewan pengawas (Dewas). Pemanggilan dipicu dari laporan terkait aksi arogan yang dilakukan Yogie. Ditengarai, Yogie melakukan pemukulan terhadap seorang petugas keamanan di kantornya.

“Kami telah menerima laporan. Sekarang sedang ditindaklanjuti. Nanti kita akan memanggil yang bersangkutan (Yogie),” ujar Ketua Dewas, Indra Sutanto, kepada wartawan, beberapa hari lalu.

Dikatakan dia, pasca menerima laporan, pihaknya langsung bereaksi. Saat ini, diakui dia, pihaknya tengah melakukan penelusuran terhadap kebenaran kabar tersebut.

“Kita juga akan menelusuri penyebab terjadinya hal itu, kalaupun benar,” katanya.

Lalu tiba-tiba, orang yang disebut-sebut sebagai korban, koswara memberikan keterangana kalau peristiwa tersebut tidak ada.

“Itu hanya sebagai bentuk pembinaan dari atasan. Itu kesalahan saya sendiri, karena saat itu saya tidak menggunakan seragam. Pak Dirut datang dan saya mendapatkan teguran,” katanya, kepada wartawan, kemarin. (v0)