Jimmy Datangi RS Intan Barokah, Bayi yang “Ditahan” Akhirnya bisa Pulang

oleh -
Kang Jimmy beserta orang tua si bayi saat mendatangi RS Intan Barokah

Adalah Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari yang menjembatani pasutri itu, menemui pihak managemen RS Intan Barokah, untuk membawa pulang bayi mungil itu.

BaskomNews.com – Pasangan suami istri Manaf – Heni Sudiar, akhirnya bisa berkumpul kembali dengan bayi yang baru dilahirkanya. Sebelumnya, pasutri warga Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang itu, terpaksa pulang ke rumah tanpa membawa bayi yang baru dilahirkannya, pasca persalinan di Rumah Sakit Intan Barokah, Karawang.

Adalah Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari yang menjembatani pasutri itu, menemui pihak managemen RS Intan Barokah, untuk membawa pulang bayi mungil itu. Tadi siang, Rabu (20/9/2017), orang nomor dua di Pemkab Karawang yang akrab disapa Kang Jimmy itu, bersama pasutri tersebut, berikut Camat Lemahabang, pejabat BPJS dan Sekretaris Dinas Kesehatan Karawang, mendatangi RS Intan Barokah.

Kang Jimmy saat menerima bayi itu

Kedatangan Kang Jimmy bersama rombongan, sempat mengagetkan pihak RS Intan Barokah. “Gak ada apa-apa, kalian kembali bekerja seperti biasa, layani pasien dengan baik,” ucap Jimmy kepada sejumlah staf RS Intan Barokah yang menghampirinya, saat dia masuk lobi.

Jimmy dan rombongan langsung menuju aula di lantai atas rumah sakit, yang memang sudah ada pihak managemen beserta Ditektur RS Intan Barokah Dr Tresna. Pertemuan pun digelar.

Direktur beserta managemen RS INtan Barokah saat pertemuan dengan Kang Jimmy

Direktur RS Intan Barokah Dr Tresna sempat membantah kalau pihaknya melakukan penahanan kepada bayi dari pasangan Hanif dan Heni Sudiar. “Perlu kami luruskan. Pemberitaan media kemarin itu salah. Tidak ada penahanan bayi disini,” ujarnya, saat gelar pertemuan dengan Wabup beserta rombongan.

Yang benar, lanjut dia, saat itu kondisi bayi sedang sakit. Sementara harus menjalani perawatan khusus. “Makanya, ibunya kita perbolehkan pulang, sementara bayi nya belum bisa dibawa pulang, karena harus menjalani perawatan di inkubator,” ucapnya.

Sempat terjadi perdebatan, hingga akhirnya Wabup Jimmy menjaminkan dirinya untuk membawa pulang bayi tersebut.

Sebelumnya diberitakan pasutri Manaf dan Hani terpaksa pulang tanpa bayinya setelah persalinan di RS Intan Barokah, beberapa hari lalu. Itu, lantaran mereka tak sanggup melunasi biaya perawatan di Rumah Sakit Intan Barokah, Karawang.

“Kami pulang dari rumah sakit pada 8 September 2017. Ya, karena kami tak bisa melunasi pembayaran perawatan, bayi kami ditahan disana,” ujar Manaf.

Dikatakan dia, tagihan biaya persalinan yang harus dibayarnya sebesar Rp 12 juta.

“Persalinan dilakukan secara normal. Tapi karena sakit dan diduga keracunan air ketuban, bayi itu harus dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut,” katanya.

(BACA: Gak Bisa Bayar, Pasutri di Karawang Tinggalkan Rumah Sakit Tanpa Bayinya)

Awalnya pihak RS meminta bayaran Rp4,3 juta untuk biaya persalinan dan pengobatan. Tetapi tagihan itu tidak bisa dipenuhi, karena pihak keluarga hanya mampu membayar Rp2,3 juta.

(BACA: Warga Karawang Bayinya Ditahan RS Intan Barokah, Ini Reaksi Jimmy)

“Saat itu, kami hanya bisa membayar Rp2,3 juta. Uang itu juga dikumpulkan dari keluarga. Setelah dibayarkan, ternyata hanya istri saya saja yang bisa pulang, sedangkan bayi kami ditahan di rumah sakit itu,” kata Manaf yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan. (tim)

TERKAIT, BACA: Ketua KNPI Desak Komisi D Panggil RS Intan Barokah, “Jangan ada Debora di Karawang”