Pencemaran Citarum Karawang, Dinas Lingkungan Hidup Dianggap Mandul Penegakan Sanksi

oleh -

BaskomNews.com – Sungai Citarum Karawang kini sudah kotor dan penuh limbah. Sementar pihak terkait di Pemkab Karawang, dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup, terkesan tutup mata, tak ada aksi dan ketegasan pada pabrik-pabrik pencemar Citarum. Adapun Patroli Citarum, tampak tak berdaya, minim aktivitas penyisiran.

Kondisi demikian, rupanya disikapi serius oleh Komisi C DPRD Karawang. Komisi ini memandang, pihak terkait di Pemkab Karawang mandul dalam hal penegakan sanksi kepada perusahaan-perusahaan pencemar Sungai Citarum.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah meminta draft perusahaan-perusahaan yang ditengarai membuang limbahnya ke aliran Sungai Citarum,” ujar Ketua Komisi C DPRD Karawang, Elievia Krissiani, saat dihubungi BascomNews.com, via telepon, kemarin.

Dikatakan dia, pihaknya menduga, beberapa persahaan di zona industri area Sungai Citarum, sudah melakukan kenakalan dengan sengaja membuang limbah industrinya ke sungai tersebut.

Namun, dari Dinas Lingkungan Hidup sendiri tak ada upaya nyata dalam hal penindakan. “Jika Dinas Lingkungan Hidup tidak mengetahui persoalan ini, kami pikir sangat mustahil. Sebab, dengan melakukan olah TKP, mengambil contoh air, kemudian melakukan uji lab, pencemaran sungai itu bisa diketahui, termasuk indikasi perusahaan yang membuangnya,” lanjutnya.

Mandulnya penegakan sanksi dari Dinas Lingkungan Hidup, tambah dia, juga tampak dari belum adanya perusahaan pencemar Citarum yang mendapatkan tindakan tegas.

“Selama ini nyaris tak ada (perusahaan yang disanksi tegas). Mestinya, setelah mendapatkan bukti OPD tersebut kemudian melayangkan surat peringatan 1 sampai 3, kemudian jatuhkan sanksi tegas, jika sudah pada peringatan ke-3 masih melakukan hal yang sama,” katanya.

Untuk itu, tambah dia, jika dalam beberapa pekan ini tidak ada progres positif dari Dinas Lingkungan Hidup terhadap upaya penindakan tersebut, pihaknya akan turun langsung ke lapangan, berikut mengajak Dinas Lingkungan Hidup dan aparat berwenang lainnya.

“Kita tunggu dulu progresnya,” pungkasnya. (SID)