Penangkapan PNS BPJS Karawang Nyabu, Kasat Narkoba Polres Purwakarta Minta Tebusan Rp 25 Juta???

oleh -

BaskomNews.com – Tertangkapnya Erwin Rudiansyah alias Ayah, PNS di BPJS Ketenagakerjaan Karawang oleh Timsus Sat Narkoba Polres Purwakarta, berbuntut penipuan. Pihak keluarga Erwin mengaku mendapatkan telepon dari Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nur Cahyo. Dalam percakapan telepon itu, “Kasat Narkoba” meminta uang tebusan sebesar Rp 25 juta untuk pembebasan Erwin.

Selasa (5/9/2017) pagi, istri Erwin mendatangi Mapolres Purwakarta. Dia langsung ke kantor Kasat Narkoba, AKP Heri Nur Cahyo, dan menemuinya.

“Saya ke sini mau menjemput suami saya, Erwin yang kemarin ditangkap. Saya sudah transfer uang yang diminta Pak Kasat Narkoba sebesar Rp 25 juta,” ujar Cucu Hasidah, istri tersangka Erwin Rudiansyah alias Ayah, kepada Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nurcahyo, di kantornya, seraya memperlihatkan bukti transfer ke rekening BRI.

Sontak, AKP Heri Nur Cahyo kaget. Dia hanya bisa menggeleng-geleng kepala, sebelum membalas ucapan istri tersangka kasus narkoba itu.
“Maap ibu, emangnya siapa yang menelpon ibu dan meminta uang tebusan itu,” tanya Kasat Narkoba, AKP Heri Nurcahyo.

Warga Kampung Simpang RT 001/003 Desa Salem Kecamatan Pondok Salam, Purwakarta itu diam sejenak, lalu berucap, “Dia ngakunya Kasat Narkoba Polres Purwakarta”.

Selanjutnya, istri tersangka kasus narkoba itu melanjutkan ceritanya. Kata dia, beberapa hari setelah suaminya ditangkap Sat Narkoba Polres Purwakarta, dia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kasat Narkoba Polres Purwakarta.

Dalam percakapan telepon itu, si penelepon meminta uang tebusan sebesar Rp 25 juta untuk pembebasan Erwin.

“Uangnya dikirim ke rekening BRI saya. Nanti setelah uang dikirim, ibu datang ke kantor buat menjemput suami ibu,” lanjut istri tersangka kasus narkoba itu, menirukan perkataan si penelpon.

Mendengar itu, Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nur Cahyo kemudian meminta istri tersangka kasus narkoba itu untuk mengingat suara si penelpon. Selang beberapa menit, Kasat Narkoba kemudian meminta nomor HP istri tersangka kasus narkoba itu, kemudian menelponnya.

“Nah, suara si penelpon sama gak dengan saya?” tanya Kasat Narkoba.

Istri tersangka kasus narkoba itu menggelengkan kepala, seraya berucap, “Beda pak, gak sama”.

Kemudian Kasat Narkoba menyarankan istri tersangka kasus narkoba itu untuk membuat laporan polisi atas kasus penipuan.

“Ibu sudah kena tipu. Saya tak pernah menelpon ibu. Dalam setiap penangkapan atau penanganan perkara di Sat Narkoba, tak pernah ada permainan uang, bahkan sampai meminta uang untuk pembebasan tersangka,” ucap Kasat Narkoba.

Dikatakan Kasat Narkoba, dalam kasus narkoba, juga tidak ada penangguhan penahanan.

“Komitmen saya, sesuai dengan instruksi Pak Kapolres, akan membasmi dan menyikat habis penyalahgunaan narkoba di Purwakarta. Jadi sangat tak mungkin kalau saya atau siapa saja di Sat Narkoba melakukan hal seperti yang dilakukan oleh si penelpon itu,” tegas Kasat Narkoba.
Istri tetsangka kasus narkoba itupun kemudian bergegas ke unit SPKT untuk membuat laporan penipuan tersebut.

Surat laporan polisi istri tersngka kasus narkoba

Dengan nomor laporan LP/B/836/IX/2017/JBR/RES PWK, istri tersangka kasus narkoba pun resmi melaporkan kasus penipuan yang mencatut nama Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nur Cahyo.

Kepada BaskomNews.com, AKP Heri Nur Cahyo mengatakan, ini merupakan pelajaran bagi siapa saja. Kepada masyarakat atau keluarga tersangka kasus narkoba atau kasus kriminal lainnya, kalau ada telepon atau pihak yang mengatasnamakan polisi, kemudian meminta uang pelicin untuk pembebasan, jangan percaya.

“Apalagi sampai memberikan uang. Itu jangan sampai dilakukan,” ujarnya.

Untuk kasus penipuan yang mencatut namanya, Kasat Narkoba mengaku akan berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Purwakarta untuk memburu pelakunya.

“Jelaslah saya sangat dirugikan dengan kasus ini. Bahkan, merasa tercemar. Untuk itu, saya akan berkoordinasi dengan Kasat Reskrim dan Tim Cobra untuk memburu pelakunya,” katanya. (SID)